alexametrics

Jika Terpilih, DJOSS ‘Main Cepat’ Wujudkan GKT Masuk World Heritage

22 April 2018, 16:43:56 WIB

JawaPos.com – Pemerintah terus melakukan upaya pengembangan terhadap Geopark Kaldera Toba (GKT) sebagai aset pariwisata yang didaftarakan di Organisasi Pendidikan Keilmuan dan Kebudayaan PBB, UNESCO. Ternyata, upaya pengembangan itu juga dilirik oleh Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara (Sumut) Sihar Sitorus.

Sihar mengapreaiasi langkah yang dilakukan banyak pihak. Jika terpilih Juni nanti, pasangan Djarot-Sihar (DJOSS) akan melakukan gerak cepat mendukung GKT masuk ke UNESCO sebagai warisan dunia. Meskipun, menurut Sihar, butuh waktu untuk mewujudkannya.

“Jadi ada dua pekerjaan untuk geopark kaldera ini. Pertama kita menyatukan upaya orang orang yang cinta Danau toba. Jadi mereka memang harus disatukan, sehingga upaya ini masif,” kata Sihar di Kota Medan, Minggu (22/4).

Sihar melanjutkan, harus ada ketekunan dan kesabaran dalam upaya mengembangkan GKT. Syarat GKT masuk ke UNESCO sebenarnya sudah ada. Tiga syarat itu, adalah Geodiversity, Biodiversity dan Culture diversity.

“Kemudian, harus ada pendekatan strategis. Misalnya aksesbilitas, terus perekonomian. Kemudian ramah kepada pendatang, fasilitas pendukung harus ada. Brosur keterangan pendukung situs di sana harus ada,” ujarnya.

Kerjasama dengan pihak lokal, nasional hingga internasional juga harus terus dibangun. Karena bisa saja ada dokumen tentang sejarah Geopark itu yang berada di luar negeri. Menurut dia, dokumen itu harus dikumpulkan. Sehingga bisa menambah argumentasi yang menguatkan untuk GKT masuk menjadi warisan dunia.

“Kalau bisa kita masuk world heritage dengan catatan. Nah itu kalau bisa dikejar, mungkin itu yang harus dipenuhi catatan-catatan itu. Misalnya soal infrastruktur dan sebagainya,” jelasnya.

Untuk bentang alamnya, Sihar berpendapat, harus ada pendataan terkait tanaman endemik yang ada di sana. Karena tanaman endemik itu bisa kembali dilestarikan sebagai identitas GKT.

“Geologinya juga begitu. Harus ada penelitian tentang batuan batuan yang ada di sana. Tahun berapa Gunung Toba itu meletus. Ini muntahan batu yang keberapa. Jadi ada edukasi juga di dadalamnya,” jelasnya.

Dalam ‘main cepatnya’ Djarot dan Sihar rencananya akan membangun fisik terlebih dahulu. Khususnya akses menjuk ke GKT. Memang hingga sampai saat ini, jalan lingkar Samosir sudah dibangun.

“Kalau ini memang kewenangan provinsi, kita akan lakukan secepat mungkin. Karena, semakin cepat kita bisa argumen kepada UNESCO. Kemudian kita perlu gerak cepat, kita perlu merubah mindset. Ini adalah aset yang perlu kita lestarikan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Sihar melakukan pendakian di Kawasan GKT. Tepatnya di Pusuk Buhit. Menurut kepercayaan etnis Batak, Pusuk Buhit adalah tempat dimulainya jejak suku Batak. Sihar melakukan pendakian untuk menelusuri jejak itu. Dirinya pun merasa kagum, secara dia juga orang Batak.

Pusuk Buhit menurut Sihar harus dijadikan lokasi wisata. Selain menjadi tempat camping pecinta alam, lokasi itu juga masih digunakan oleh penganut kepercayaan dalam suku Batak. Namun Sihar mengkritisi banyaknya sampah yang ada di sana. Masyarakat harus dibangun kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya.

Untuk diketahui, beberapa waktu yang lalu, GKT baru saja dikunjungi oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo. Dia datang bersama rombongan Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja yang berisikan istri para menteri. Mereka melakukan penanaman pohon di belakang gedung pusat Geopark Kaldera Toba di Sigulatti.

Editor : Budi Warsito

Reporter : (pra/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Jika Terpilih, DJOSS 'Main Cepat' Wujudkan GKT Masuk World Heritage