alexametrics

Batal Serahkan Bukti Dukungan, Paslon Perseorangan Pilgub Tersisa Dua

22 Februari 2020, 14:36:03 WIB

JawaPos.com – Penyerahan berkas dukungan untuk bakal calon gubernur dari jalur perseorangan sudah ditutup Kamis (20/2) pukul 00.00. Hasilnya, dari sembilan provinsi yang melakukan pemilihan gubernur, hanya ada dua bakal calon yang menyerahkan berkas dukungannya ke kantor KPU provinsi masing-masing.

Keduanya adalah bakal paslon gubernur perseorangan dari Kalimantan Utara Abdul Hafid Achmad-Makinun Amin dan Sumatera Barat Fakhrizal-Genius Umar. Sebetulnya, ada lima bakal paslon lagi yang direncanakan menyerahkan dukungan. Namun, hingga penutupan, mereka batal menyerahkan. Bahkan, beberapa di antaranya sempat menginput dukungan di sistem informasi pencalonan (silon) KPU.

Komisioner KPU Hasyim Asyari menjelaskan, meski menyerahkan dukungan, dua bakal paslon perseorangan itu belum tentu mengikuti pilkada. Sebab, bukti dukungan harus melalui proses verifikasi di lapangan. Jika jumlah dukungannya memenuhi dan valid, yang bersangkutan memenuhi syarat untuk mendaftar sebagai calon gubernur Juni nanti.

Sementara itu, Komisioner KPU Viryan menambahkan, jumlah bakal calon perseorangan di pilkada kali ini turun drastis. Pada 2015, di sembilan provinsi yang sama, ada delapan bakal calon perseorangan yang menyerahkan dukungan.

Terkait penyebab penurunan, Viryan mengaku tidak tahu pastinya. Namun, jika dianalisis, ada dua hal yang mungkin memengaruhi. Yakni, regulasi dan kondisi politik. ”Ada pihak menilai syarat bukti dukungan minimal semakin berat,” ujar dia di kantor KPU RI, Jakarta, kemarin (21/2).

Kemudian, dari sisi politik, dia memperkirakan ada kondisi psikologis yang berbeda. Bisa saja, bakal paslon lebih memilih maju melalui partai politik. Mengingat, partai memiliki mesin politik. ”Bisa jadi komunikasi makin banyak partai yang melakukan rekrutmen bapaslon yang lebih baik,” tuturnya.

Sementara itu, anggota Badan Pengawas Pemilu Mochammad Afifuddin mengatakan, ada banyak faktor yang menyebabkan minimnya calon dari jalur perseorangan. Namun, ada kekhawatiran penurunan bakal calon perseorangan disebabkan persoalan teknis.

Berdasar hasil pengawasan jajarannya, ada kasus silon KPU error seperti di Maluku. Padahal, menginput data ke silon menjadi syarat sekaligus pintu awal penyerahan dukungan. ”Misalnya, input berapa ribu, yang masuk di silon sekian ribu. Berkurang jauh,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya meminta KPU segera melakukan perbaikan karena masih ada waktu sampai 23 Februari bagi calon perseorangan di level kabupaten/kota guna menyerahkan dukungan. ”Jangan sampai hanya karena kendala teknis yang menghambat mereka untuk menyerahkan dukungan,” ungkapnya.

Bakal Paslon perseorang Pilgub Sumbar, Fakhrizal-Genius Umar. (Padang Ekspres)

Editor : Ilham Safutra

Reporter : far/c10/fat



Close Ads