alexametrics

Khofifah Inginkan Pasar Tradisional Punya Tempat Pergudangan

22 Februari 2018, 14:00:41 WIB

JawaPos.com – Calon Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menilai jika pasar tradisional saat ini harus mempunyai warehouse atau pergudangan. Hal itu untuk membuat harga kebutuhan bisa lebih terjangkau.

Hal itu berdasarkan permasalahan yang ditemuinya ketika berkunjung ke beberapa pasar di Kota Malang, Kamis (22/2). Ya, Khofifah memang mengunjungi beberapa pasar tradisional pada kunjungan perdananya di Kota Malang kali ini. Salah satunya ke pasae Kebalen dan pasar Singosari.

Wanita kelahiran Surabaya itu mengatakan, hampir di setiap titik pasar berbagai daerah yang dia kunjungi mempunyai permasalaham yang berbeda. “Kalau di pasar Singosari bagian dalam, mereka merasa omsetnya turun sampai 50 persen, sepi. Kalau (bagian) luar tetap,” ujarnya di sela-sela kunjungan di Pasar Singosari, Kamis (22/2).

Menurutnya, pada tahun 2018 ini, masyarakat khususnya pembeli mempunyai opsi lebih mudah dan murah jika berbelanja di retail modern. “Banyak pemilik toko yang saya tanya jawabnnya sama. Mereka menduga banyak toko modern yang menjual barang yang asa di pasar dan mudah diakses,” kata dia.

Oleh karena itu, lanjut dia, pada posisi seperti ini pemerintah memang harus membuat sentra-sentra untuk membantu perekonomian msyarakat kecil, contohnya bisa dalam bentuk ware house atau pergudangan. “Jika ada ware house di pasar yang disiapkan pemerintah, maka harganya bisa lebih terjangkau,” terangnya.

Menurutnya, saat ini yang dibutuhkan oleh pembeli yakni bisa mendapat barang berkualitas tetapi tetap terjangkau di pasar tradisional. “Disini hampir tidak menemukan warehouse di pasar tradisional, kecuali sayur di pasar induk. Itu pun tidak menyatu dengan pasar tradisional,” jelasnya.

Khofifah mengatakan, jika ada integrasi antara warehouse dan pasar tradisional, maka harganya bisa lebih murah. “Format seperti ini harus dilihat case by case (masalah per masalah). Setiap daerah solusinya berbeda,” kata dia.

Dia mencontohkan, di Lamongan misalnya, permasalahannya yakni soal infrastruktur. Sementara di Blitar, permasalahan terkait penggabungan pasar hewan dan pasar tradisional.

Dia menerangkan, prinsipnya, para pelaku usaha mikro harus diproteksi dengan cara infrastruktur pasar harus dibangun. “Warehouse salah satu opsi agar harga barangnya kompetitif. Harus ada yang memonitor HET (harga eceran tertinggi) untuk komoditi beras,” jelasnya.

Khofifah pun mengungkapkan, harus ada tim yang turun ke pasar, karena beras merupakan makanan pokok. Intinya jangan sampai ada yang mempermainkan harga beras.

Selain berkunjung ke pasar, Khofifah juga berkunjung ke beberapa tempat. Antara lain Pabrik rokok Sampoerna, pabrik keramik Dinoyo, dan beberapa tempat di Kota Batu. (fis)

Editor : Soejatmiko

Reporter : (fis/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Khofifah Inginkan Pasar Tradisional Punya Tempat Pergudangan