JawaPos Radar

Mega: Hargai Bung Karno Dengan Menangkan Cucunya

21/06/2018, 00:39 WIB | Editor: Budi Warsito
Mega: Hargai Bung Karno Dengan Menangkan Cucunya
Megawati Soekarno Putri saat menghadiri haul Bung Karno, Rabu (20/6). (Tim Media Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno)
Share this image

JawaPos.com - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri menghadiri haul Bung Karno yang digelar di Kota Blitar, Rabu (20/6) malam. Sebagai putri kandung sang Proklamator, Mega begitu terharu. Dia bahkan meneteskan air matanya ketika memberikan sambutan.

Dalam kesempatan itu, Mega meminta masyarakat Jawa Timur (Jatim) agar menghargai jasa Bung Karno. "Begitu besar perjuangan dan pengorbanan Bung Karno untuk negara ini. Saya minta kepada rakyat Jatim untuk menghargai Bung Karno dengan memenangkan cucunya bernama Puti Guntur Soekarno," tegasnya.

Haul Bung Karno tersebut, adalah momentum bagi kaum religius-nasionalis. Turut hadir Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj. Dalam sambutannya Said Aqil mengatakan bahwa, persahabatan Nahdliyyin dan Nasionalis disimbolkan oleh Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama cucu Bung Karno, Puti Guntur Soekarno.

Mega: Hargai Bung Karno Dengan Menangkan Cucunya
Megawati Soekarno Putri saat menghadiri haul Bung Karno, Rabu (20/6) (Tim Media Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno)

Pengajuan pasangan Gus Ipul-Puti dalam Pilkada Jawa Timur 2018 merupakan upaya memperkuat kebersamaan NU dengan kaum nasionalis-Soekarnois di Jawa Timur. "Gus Ipul itu cicit pendiri NU Kiai Bisri Syansuri, mantan tetangga saya dan keponakan Gus Dur. Persahabatan dan gandengan tangan Gus Ipul bersama Mbak Puti bukanlah barang baru. Bung Karno dulu juga bersahabat dengan pendiri NU Kiai Hasyim Asyari, Kiai Wahab Chasbullah, Kiai Bisri dan Kiai Wahid Hasyim. Untuk itu, Gus Ipul-Mbak Puti harus disukseskan untuk kita semua. Semoga Jatim gemah ripah loh jinawi," cerita Said.

Senada dengan Said, Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengungkapkan, hubungan antara nahdliyin dengan nasionalis sudah terjalin erat. Kini, Gus Ipul dan Puti yang merawat hubungan tersebut bagi Jawa Timur. "Bahwa religius dan nasionalis itu selalu ada di Indonesia, bersatu sejak lama. Hal itu ditorehkan kembali melalui figur Gus Ipul yang mewakili nahdliyin dan Mbak Puti dari nasionalis," tutur Hasto.

"Di acara Haul Bung Karno ini menjadi bukti, bahwa kaum religius dan nasionalis selalu bersama-sama, bersatu erat, menjaga negara-bangsa Republik Indonesia," lanjutnya.

Hasto menyebut, Provinsi Jawa Timur sebagai contoh yang baik kebersamaan kaum nahdliyin dan kaum nasionalis-Soekarnis, dimana terjadi kerjasama dan kedekatan yang sangat erat.

(did/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up