alexametrics

PDIP akan Sengketakan Hasil Pileg 7 Dapil di MK

21 Mei 2019, 16:30:16 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemilihan Umum RI (KPU) telah menetapkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai pemenang pileg 2019. Mereka berhasil unggul dengan perolehan suara lebih dari 27 juta atau setara dengan 19 persen suara nasional dengan perkiraan jumlah kursi 129.

Meski begitu, partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu akan tetap melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Sebanyak 7 daerah pemilihan (dapil) akan disengketakan oleh PDIP.

“PDI Perjuangan akan menempuh hal yang sama, di mana ada 7 daerah pemilihan kami akan melakukan gugatan sengketa hasil perolehan suara yang berdampak signifikan dengan perolehan kursi,” ujar Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto di DPP PDIP Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/5).

Dari gugatan ini diharapkan perolehan suara nasional bisa di atas 20 persen. Sehingga, kursi PDIP di DPR RI bisa bertambah menjadi 133. Namun, untuk rincian dapil yang akan digugat, Hasto masih enggan menyebutkannya.

“Hanya provinsi yang bisa kami sebut, ada Jabar, Jateng, Sumatera Barat, Papua, kemudian Sulawesi Barat,” imbuhnya.

Keputusan gugatan ini sendiri diambil PDIP karena menemukan beberapa modus kecurangan. Seperti adanya pengambilan suara dari caleg tertentu untuk diberikan ke caleg lainnya.

“Pengambilan suara, ada modus itu. Maka pileg sangat kompleks karena persaingan bukan antarpartai saja, tapi juga di internal partai terjadi, di semua partai terjadi,” kata Hasto.

Sementara itu, untuk sengketa antarcaleg PDIP, dikatakan Hasto, akan dibawa ke ranah Mahkamah Partai. Di situ akan diproses apabila ada caleg yang merasa dirugikan oleh caleg lainnya.

Kecurangan yang ditemukan PDIP sendiri banyak terjadi di tingkat KPPS. Adapula yang terjadi selama proses masuk di tingkat kecamatan sampai kabupaten, dan dari kabupaten sampai provinsi.

“Tapi kan kami bisa digugat pihak lain. Maka langkah terbaik kami menyiapkan seluruh bukti-bukti C1 lah yang paling otentik,” sambung Hasto.

Di sisi lain, Hasto mengatakan, proses gugatan ke MK masih dalam tahap pengumpulan barang bukti. PDIP hanya melakukan gugatan apabila dibarengi bukti kuat.

“Baru menyiapkan bukti-bukti. Karena kami melakukan verifikasi dulu. Kami melakukan gugatan apabila bukti cukup,” pungkasnya.

Diketahui, selain menetapkan hasil rekapitulasi penghitungan suara pemilihan presiden (pilpres), KPU juga menetapkan hasil penghitungan suara untuk pemilihan legislatif (pileg) 2019. Hasilnya, ditetapkan dalam Keputusan Nomor 135/PL/KPU/V/2019 tentang Penetapan Presiden dan Wakil Presiden, DPR RI, DPRD Tahun 2019.

Adapun hasil rekapitulasi KPU tersebut secara nasional terdiri atas perolehan suara di 34 provinsi dan 130 PPLN. Jumlah partisipasi pemilih dalam pileg 2019 kali ini mencapai 139.971.260 suara.

Untuk pemilihan legislatif kali ini, PDIP menjadi partai yang memperoleh suara terbanyak sebesar 27 juta suara atau 19,33 persen. Kemudian disusul Partai Gerindra dengan 17 juta suara atau 12,57 persen, dan Partai Golkar dengan 12,31 persen.

Berikut rincian perolehan suara pileg di 34 provinsi hasil rekapitulasi penghitungan suara tingkat nasional yang telah disahkan KPU RI sejak 10 Mei hingga 20 Mei 2019:

1. PKB 13.570.097 (9,69 persen)
2. Gerindra 17.594.839 (12,57 persen)
3. PDIP 27.053.961 (19,33 persen)
4. Golkar 17.229.789 (12,31 persen)
5. NasDem 12.661.792 (9,05 persen)
6. Garuda 702.536 (0,50 persen)
7. Berkarya 2.929.495 (2,09 persen)
8. PKS 11.493.663 (8,21 persen)
9. Perindo 3.738.320 (2,67 persen)
10. PPP 6.323.147 (4,52 persen)
11. PSI 2.650.361 (1,89 persen)
12. PAN 9.572.623 (6,84 persen)
13. Hanura 2.161.507 (1,54 persen)
14. Demokrat 10.876.507 (7,77 persen)
15. PBB 1.099.848 (0,79 persen)
16. PKPI 312.775 (0,22 persen)

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads