alexametrics

Gus Ipul Rancang Wisata Edukasi Batik

21 April 2018, 11:19:13 WIB

JawaPos.com – Calon Gubernur (Cagub) Jawa Timur (Jatim) Saifullah Yusuf melakukan kampanye di Ponorogo, Sabtu (21/4). Kegiatan diawali dengan mengunjungi sentra batik, Butik Lesoeng. Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu memuji karya para pengrajin batik asal Kota Reog.

Pemilik butik M Ali Muchlison serta belasan pembatik menyambut hangat kedatangan Gus Ipul. Setiba di lokasi, Gus Ipul langsung melihat produk batik yang memiliki beberapa motif khas. Di antaranya motif merak tarung, merak romantis dan batik reog.

Sentra batik itu berdiri sejak 2007. Ali sendiri belajar membatik dari pengerajin di Solo dan Jogjakarta. Selama lebih dari sepuluh tahun produksi, pasarnya telah menjangkau Solo, Jogja, Surabaya hingga Jakarta. “Untuk penjualannya bisa mencapai 10 sampai 14 kodi per bulan,” ujar Ali.

Tak cukup dengan melihat hasil jadinya. Gus Ipul juga menyaksikan proses produksi batik yang berada di belakang butik. Mulai proses menggambar pola, mencanting, hingga, proses mewarnai.

Melihat proses produksi, Gus Ipul mengatakan sentra batik harusnya tidak sekadar memproduksi. Tapi juga mengedukasi dan mempromosikan kebudayaan. Khususnya batik.

Caranya dengan menjadikan sentra balik menjadi obyek wisata. Yakni, wisata edukasi. “Sangat menarik apabila masyarakat bisa diajak untuk melihat hasil produksinya. Jadi bukan hanya bisa melihat produknya saja. Namun juga bisa sekaligus tahu prosesnya,” ungkap Gus Ipul.

Dengan mengetahui proses produksinya, akan sekaligus menarik wisatawan untuk ikut membeli produk. “Mereka akan tahu alasan batik menjadi mahal. Sebab yang mahal adalah prosesnya,” imbuh pria kelahiran Pasuruan tersebut.

Gus Ipul menegaskan, Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) ke depan akan menjadi salah satu tulang punggung Jatim. Saat ini UMKM dan koperasi berhasil memberikan pemasukan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang mencapai 54 persen. Belum lagi, 52 persen UMKM dikembangkan perempuan.

Oleh sebab itu, penguatan UMKM harus dilakukan. Baik dari proses produksi maupun pemasaran. Untuk proses produksi, Gus Ipul akan memberikan bantuan permodalan hingga pelatihan kepada UMKM.

Dia mencontohkan sentra batik yang memperkerjakan perempuan dengan berbagai latar belakang. Misalnya beberapa mantan Tenaga Kerja Wanita (TKW). “Ini bisa menjadi percontohan. Di sini bisa memberikan pelatihan kepada mantan TKW. Sehingga para TKW tak perlu kembali ke luar negeri,” kata Gus Ipul.

Terkait dengan pemasaran, Gus Ipul juga akan membantu riset pasar. Sehingga para perajin batik bisa mengetahui daerah pasar yang menjanjikan. “Di antaranya juga dengan mendatangkan wisatawan atau pasar ke daerah. Ini beberapa hal yang kami utamakan,” pungkas mantan Ketua Umum GP Ansor tersebut.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : (did/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Gus Ipul Rancang Wisata Edukasi Batik