alexametrics

Survei Charta Politika Beberkan Betapa Sengitnya Pilkada Jatim 2018

21 Maret 2018, 19:01:16 WIB

JawaPos.com — Kontestasi pemilihan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur 2018 diprediksi akan sengit. Demikian hasil temuan Lembaga Survei Charta Politika yang memperlihatkan jarak elektabilitas antara kedua pasangan calon yang tidak jauh berbeda.

Dalam survei itu, Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengungkapkan, jika pilkada Jawa Timur dilaksanakan hari ini, maka dirinya memastikan bahwa elektabilitas pasangan Syaifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno (Gus Ipul-Puti) masih mengungguli lawannya, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak (Khofifah-Emil).

“Pasangan Khofifah-Emil akan memperoleh 38,1 persen suara sedangkan Gus Ipul-Puti 44,8 persen suara, sementara yang belum menentukan pilihannya sebanyak 17,1 persen,” kata Pria yang akrab disapa Toto di Hotel Atlete Century Park, Jakarta, Rabu (21/3).

Di sisi lain, Toto menuturkan, perbandingan dalam popularitas antara kedua tokoh Nahdlatul Ulama ini pun menunjukan hasil yang tidak jauh beda.

Menurutnya, secara umum kedua tokoh telah dikenal oleh masyarakat Jatim. Namun, tingkat pengenalan Gus Ipul dan Khofifah cenderung pada titik tertinggi. Sebaliknya, popularitas Emil dan Puti masih dapat terus berkembang.

“Sebanyak 92,9 persen masyarakat Jatim mengenal Khofifah, begitupun Gus Ipul 91,7 persen masyarakat sudah mengenalnya. Sedangkan Emil 50,7 persen dan Puti 42,2 persen,” ungkapnya.

Kendati demikian, Toto memastikan bahwa saat ini posisi pasangan Gus Ipul-Puti dipastikan masih belum aman. Sebab, katanya, saat ini masih banyak suara pemilih yang masih belum menentukan pilihan kepada paslon siapapun, yakni sebesar 17,1 persen.

“Tetap kita bilang ini bukan kemenangan besar, karena masih dibawah undicedided voters yang belum menentukan,” katanya.

Sementara itu, hasil temuan lembaga survei Charta Politika menggambarkan Puti Guntur Soekarno rupanya belum dapat memberikan suntikan elektoral yang lebih untuk pasangannya, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul di Pilkada Jawa Timur (Jatim) 2018.

Hasil survei itu menunjukkan, dalam simulasi pertanyaan nama calon gubernur yang dipilih tanpa melibatkan elektoral cawagub. Maka, pilihan masyarakat tertinggi adalah Saifullah Yusuf dengan 41.6 persen, diikuti
Khofifah Indar Parawansa sebesar 33.1 persen. Sedangkan, sebanyak 25.3 persen responden menyatakan tidak tahu atau tidak jawab.

Namun, dalam simulasi pengujian kategori berpasangan, maka pasangan Gus Ipul-Puti mendapatkan 44.8 persen berada di atas pasangan Khofifah-Emil sebesar 38.1 persen sebagai pasangan yang dipilih oleh masyarakat Jatim. Sedangkan, sebanyak 17,1 persen menyatakan tidak tahu atau tidak Jawab.

“Kalau dilihat dari sisi angka, kecenderungan Emil memberikan insentif kepada pasanganya lebih tinggi daripada Puti,” kata Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya di Atlete Century Park, Jakarta, Rabu (21/3).

Menurut pria yang akrab disapa Toto ini, kendati cenderung masih rendah, tingkat kepengenalan (popularitas) Emil cenderung dapat lebih mendongkrak kekuatan elektoral dari Khofifah daripada Puti.

Diketahui, dalam surveinya, masyarakat Jatim cenderung lebih mengenal Emil dengan persentase pengenalan sebesar 50,7 persen, sedangkan Puti hanya sebesar 42,2 persen.

“Ini yang kita bisa bandingkan dengan penambahan suara dengan satu nama cagub dengan simulasi kertas suara,” pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam survei itu menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error 2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Adapun survei tersebut dilakukan dengan wawancara tatap muka secara langsung dengan melibatkan sebanyak 1.200 responden yang dilakukan di 38 kabupaten/kota di Jatim.

Editor : Soejatmiko

Reporter : (aim/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads
Survei Charta Politika Beberkan Betapa Sengitnya Pilkada Jatim 2018