JawaPos Radar

Pilgub Riau 2018

Percaya atau Tidak Pengusungan Lukman Edy-Hardianto Berawal dari Mimpi

21/01/2018, 07:10 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Lukman Edy dan Harianto
Lukman Edy dan Harianto meresmikan posko relawan di Jalan Thamrin, Pekanbaru, Sabtu (20/1). (Virda Elisya/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Seminggu sebelum mendaftar sebagai bakal calon pemilihan Gubernur Riau, Lukman Edy sempat memimpikan pasangan duetnya yakni Hardianto.

"Jadi tengah malam saya mimpi dipasangkan dengan Hardianto. Wajahnya jelas dalam mimpi itu," ujar Lukman Edy saat peresmian posko relawan di Jalan Thamrin, Pekanbaru pada Sabtu (20/1).

Lebih lanjut anggota DPR RI tersebut menjelaskan, Hardianto dan dirinya bukanlah anak muda yang galau. Pasalnya dia telah menjadi anggota DPRD Riau ketika berusia 28 tahun, sementara Hardianto yang saat ini berusia 38 tahun sudah menjabat sebagai anggota DPRD Riau.

"Kita bukan anak muda yg galau. Kita berkreativitas membangun Riau ini," sebutnya.

Dihadapan ratusan tim relawannya, Lukman Edy menyampaikan tekadnya untuk membangun Riau lebih maju lagi. Dia bahkan mengibaratkan kalau Riau sebagai sebuah batang yang terendam.

Pada era reformasi, Riau pernah mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8 hingga 9 persen. Namun kini, pertumbuhan itu tak sampai pada angka tersebut.

"Pertumbuhan ekonomi hanya 2 persen, ini prestasi terburuk tidak pernah dalam sejarah Riau pertumbuhan ekonomi di bawah nasional. Riau selalu di atas nasional dan sekarang kita paling rendah dari provinsi lain. Oleh karena itu kita harus bangkitkan batang yang terendam," katanya.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi sebesar 2 persen tersebut berimplikasi pada rusaknya sektor pembangunan. Selain itu juga program pengentasan kemiskinan dinilai gagal, pengangguran semakin meningkat, infrastruktur tidak menjamin koneksitas yang baik dan pemerintah yang stagnan.

"Ada dua faktor penyebabnya, pertama trauma mendalam bagi jajaran mendalam karena selama bertahun-tahun ini pimpinan pelaksana teknis dalam kondisi yang koruptif. Pimpinan Riau harus memberikan rasa aman birokasi dan ASN untuk bisa bangkit dan kedua kepemimpinan yang lemah," sebutnya.

Padahal Provinsi Riau adalah salah satu provinsi yang terkenal se-nusantara. Bagaimana tidak, selain kekayaan alam yang dimilikinya, letak geografis Riau yang berbatasan langsung dengan negara tetangga menjadikan Riau sebagai provinsi yang berpotensial.

"Riau berada di pusat pertengahan dunia. Tetapi apa yg terjadi saat ini. Kita tak jadi apa-apa. Masyarakat Riau harus terbuka dan siap menerima perubahan serta kebangkitan," tuturnya.

Untuk membangkitkan kembali batang terendam itu, Lukman Edy dan Hardianto pun keluar dari zona nyaman mereka sebagai anggota legislatif. Kedua pasangan ini, maju dalam Pilgub Riau diusung oleh dua parpol yakni Gerindra dan PKB.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up