alexametrics

Debat Terakhir Didominasi Saling Sindir Cagub Sumut

20 Juni 2018, 15:58:09 WIB

JawaPos.com – Debat kandidat gubernur Selasa (19/6) malam sepertinya menjadi arena saling sindir antar dua pasangan calon Gubernur Sumatera Utara. Bahkan, sindiran tersebut dianggap lebih menarik ketimbang gagasan-gagasan yang disampaikan para paslon.

Sindiran hampir ada di setiap segmen debat. Pada saat segmen masing-masing paslon menanggapi gambar kartun seekor tikus dengan tumpukan uang.

Menanggapi kartun itu, Djarot Saiful Hidayat yang berpasangan dengan Sihar Sitorus mengatakan bahwa pemimpin di Sumut harus bersih dari korupsi. Dia menyindir Ijeck yang sempat dipanggil KPK beberapa waktu lalu.

“Ya, seperti hal Bang Musa yang beberapa waktu lalu dipanggil KPK. Ini kan ada apa sampai dipanggil KPK?” sindir Djarot.

Pemanggilan Ijeck, sapaan akrab Musa, oleh lembaga antirasuah itu untuk memberikan keterangan terkait kasus dugaan gratifikasi yang mendera mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho.

Ijeck langsung menanggapi pernyataan Djarot. Dia bilang, kalau Djarot tidak tahu cerita sebenarnya. Ijeck pun malah balik menyindir soal pembuatan KTP Djarot.

“Pak Djarot kurang lama tinggal di Sumut, jadi tidak tahu cerita sebenarnya. Bagaimana tahu Sumut, orang Pak Djarot baru ngurus KTP jadi warga Sumut,” katanya.

Selain soal KPK dan KTP sebelumnya para kandidat juga saling sindir soal konflik agraria di Desa Ramunia dan Hutan Register 40.

Pada kasus Ramunia, kandidat nomor dua menyindir Edy Rahmayadi yang saat kasus itu bergulir menjabat menjadi Pangdam I/BB. Edy langsung menanggapi kalau tanah di Ramunia itu adalah milik negara dibawah Kodam I/BB.

Bahkan Edy sempat terpancing dan menjawab kalau warga harus ke Kodam I/BB untuk menanyakan soal kasus itu.

Begitu juga soal Register 40 yang menyeret Almarhum DL Sitorus (ayah Sihar). Kandidat nomor satu mempertanyakan balik soal eksekusi lahan yang sudah incracht di pengadilan kepada Sihar.

Dalam debat yang mengusung tema ‘Penegakan Hukum dan HAM’ itu, dibuka dengan memaparkan visi dan misi pasangan calon.

Pasangan nomor urut 1, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas), dalam visi dan misinya menyatakan akan menuntaskan kasus HAM yang ada di Sumut.

Sementara, pasangan nomor urut 2, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss) menyatakan akan menuntaskan masalah HAM dengan tiga kartu andalannya yaitu kartu Sumut Pintar, kartu Sumut Sehat, dan Kartu Sumut Keluarga Sejahtera.

Editor : Yusuf Asyari

Reporter : (pra/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Debat Terakhir Didominasi Saling Sindir Cagub Sumut