alexametrics

Elektabilitas Gibran Terus Meningkat, Cawali Solo Tergantung Megawati

20 Februari 2020, 16:19:20 WIB

JawaPos.com – PDIP akhirnya mengumumkan nama-nama pasangan calon (paslon) kepala daerah yang direkomendasi maju pilkada serentak September mendatang. Pengumuman dibagi menjadi beberapa gelombang.

Untuk gelombang pertama kemarin (19/2), hanya rekomendasi untuk 49 daerah yang disampaikan.

Sebenarnya ada 50 keputusan dukungan yang masuk daftar. Tapi, ada satu yang tidak diumumkan, yaitu Kabupaten Lamongan. Khusus untuk Provinsi Jawa Timur, ada tiga rekomendasi yang dikeluarkan. Yaitu pasangan Ony Anwar-Dwi Rianto Jatmiko untuk pilkada Ngawi, Sanusi-Didik Gatot Subroto (pilkada Malang), dan Achmad Fauzi-Dewi Khalifah (pilkada Sumenep).

Untuk wilayah Jawa Tengah, ada 12 rekomendasi yang dikeluarkan. Mulai Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kebumen, Sragen, sampai Blora.

Di wilayah Provinsi Jawa Barat, ada dua rekomendasi yang dikeluarkan. Paslon Herman Suherman-Tb Mulyana Syahrudin diusung untuk pilkada Cianjur dan Ade Sugianto-Cecep Nurul Yakin untuk pilkada Tasikmalaya.

Selain paslon bupati dan wakil bupati, juga paslon wali kota dan wakil wali kota, PDIP mengeluarkan satu rekomendasi untuk calon gubernur. Dia adalah Olly Dondokambey sebagai calon gubernur Sulawesi Utara. Olly yang merupakan gubernur petahana akan bergandengan dengan Steven Kandouw.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menjelaskan, sebagian besar paslon yang mendapat rekomendasi adalah petahana. Walaupun bisa mengusung sendiri calonnya, PDIP tetap membuka diri untuk membangun kerja sama dengan seluruh partai politik.

”Khususnya partai politik pendukung Jokowi-Ma’ruf,” ujarnya seusai acara penyerahan rekomendasi pilkada di kantor DPP PDIP di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, kemarin.

Menurut Hasto, pengumuman kemarin merupakan gelombang pertama. Setelah ini partainya akan kembali mengumumkan rekomendasi. Namun, dia belum bisa memastikan waktunya. Sebenarnya ada beberapa daerah yang sudah siap diumumkan bakal paslonnya. Tapi, pihaknya masih menunggu waktu yang tepat.

Bagaimana pilkada Solo? Menurut Hasto, rekomendasi untuk pilkada Solo sebenarnya siap diumumkan. Namun, PDIP memutuskan untuk mengumumkannya bersamaan dengan rekomendasi untuk pilkada Bali dan Makassar. Dia belum mau membuka siapa calon yang akan diusung dalam pilkada Solo.

Apakah Gibran Rakabuming Raka atau Achmad Purnomo? Hasto belum bisa memberikan kepastian. Yang jelas, kata dia, elektabilitas Gibran terus meningkat. Banyak anak muda yang antusias bergabung dengan putra sulung Presiden Jokowi itu. ”Tetapi, sekali lagi, keputusan ada di tangan Ibu Megawati Soekarnoputri,” tegas dia.

Bagaimana pilwali Surabaya? Politikus asal Jogjakarta tersebut menerangkan, Wali Kota Surabaya yang juga Ketua DPP PDIP Tri Rismaharini sedang melakukan konsolidasi sampai anak ranting. Sebagai wali kota dua periode, Risma (sapaan Tri Rismaharini) diyakini Hasto mampu menjabarkan seluruh gagasan Megawati. Penetapan calon wali kota Surabaya, menurut Hasto, akan mendengar masukan dari Risma. Namun, Hasto belum bisa memastikan kapan rekomendasi untuk Surabaya diumumkan.

Sementara itu, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri meminta para kandidat menjaga diri agar tidak berurusan dengan hukum. Kasus Bupati Ngada Marianus Sae yang ditangkap KPK menjadi pelajaran bagi PDIP. Saat itu Marianus yang berpasangan dengan Emilia J. Nomleni diusung PDIP sebagai calon gubernur NTT pada pilkada 2018.

”Saya menjadi trauma ketika pilkada NTT. Coba bayangin, hanya tinggal beberapa hari, tahu-tahu yang namanya Marianus langsung ditangkap,” ucap Megawati. Dia menilai kasus yang menimpa Marianus tidak fair. Namun, Megawati tetap berupaya menahan diri.

Presiden kelima Republik Indonesia itu menegaskan, jika ada paslon pilkada yang hendak ditangkap, lebih baik penangkapan dilakukan pada saat-saat seperti sekarang. Sebab, para kandidat belum ditetapkan secara resmi oleh KPU. Yang penting, kata dia, jangan ada pesanan dalam penangkapan itu.

”Tolong dicatat sama wartawan, jangan ada pesanan,” tegasnya. Dia meminta semua pihak fair dalam mengikuti pilkada.

Megawati berpesan kepada semua paslon agar berhati-hati. Khususnya para calon petahana. Sebab, mereka tak mungkin ditangkap KPK jika tidak melakukan pelanggaran. Kalau masih ada saja yang melakukan pelanggaran, Megawati menyatakan bakal lepas tangan.

Bakal cawali Solo dari PDIP Gibran Rakabuming Raka (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

Editor : Ilham Safutra

Reporter : lum/c9/oni



Close Ads