JawaPos Radar

Angka Perceraian Tinggi, Khofifah: Perlu Lembaga Konsultasi Keluarga

19/05/2018, 22:15 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Calon gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa
Calon gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (Tika Hapsari/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Calon gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memaparkan data yang cukup mengejutkan,saat memberikan materi kajian di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (19/5). 

Khofifah menjelaskan, angka perceraian dan nikah dini di Jawa Timur cukup tinggi. Bahkan, salah satu yang tertinggi di Indonesia. Bukan hanya itu, angka penderita HIV, Jawa Timur menduduki urutan pertama di Indonesia. Sementara untuk angka penderita AIDS menduduki urutan kedua.  

"Untuk narkoba, antara urutan kesatu atau kedua. HIV urutan pertama loh, AIDS kedua loh," kata dia. 

Perempuan yang memakai kebaya busana warna putih itu menjelaskan, hal ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Pekerjaan yang harus dipetakan dan dicarikan solusi intervensi yang efektif. 

Salah satu solusi yang bisa dilakukan, adalah kembali memperkuat peran keluarga. Memang, lanjut dia, ada lembaga yang memberikan nasehat pernikahan. Namun, karena beberapa faktor, kurang berjalan maksimal. 

Menurutnya, konseling keluarga dimulai dari unit terkecil. Muhammadiyah dan NU baginya memiliki peranan yang penting. Yakni, dalam memberikan konseling dan pendampingan. 

"Lembaga konsultasi keluarga sakinah agar disiapkan. Bagian untuk merekatkan kembali yang sudah rapuh. Lembaga konsultasi keluarga yang lebih dekatkan ke masyarakat," imbuh dia. 

Namun, lembaga konsultasi keluarga ini harus gratis. Karena ada lapisan masyarakat yang tidak bisa menjangkau, kok harus membayar.

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up