JawaPos Radar

Indo Barometer: Elektabilitas Rindu Tergerogoti Tiga Paslon Lain

19/04/2018, 19:29 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Indo Barometer: Elektabilitas Rindu Tergerogoti Tiga Paslon Lain
Survei Indo Baromenter merilis hasil temuan mengenai dinamika dan proyeksi Pilkada Jawa Barat 2018. (Igman Ibrahim/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Survei Indo Baromenter merilis hasil temuan mengenai dinamika dan proyeksi Pilkada Jawa Barat 2018. Hasilnya, elektabilitas pasangan Ridwan Kamil dan Uu Ruzahnul (Rindu) masih menempati posisi tertinggi. Namun elektabilitas pasangan itu cenderung terus mengalami penurunan.

Direktur Eksekutif Indo Barometer Qodari mengatakan, dalam simulasi dengan meggunakan surat suara, elektabilitas pasangan Rindu saat ini masih mengungguli ketiga pasangan lainnya. Yakni, 36,7 persen suara. Namun, suara tersebut justru mengalami penurunan signifikan dari survei pada Januari 2018 lalu yakni 44,8 persen.

"Dulu karena belum ada saingan, jadi sekarang udah mulai banyak jadi mulai tergerogoti," kata Qodari di Hotel Harris, Jakarta, Kamis (19/4).

Lebih lanjut, Qodari menuturkan, penurunan elektabilitas pasangan Rindu justru diikuti dengan tren kenaikan ketiga pasangan lainnya. Ia menuturkan, saat ini tingkat keterpilihan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (duo DM) memperoleh dukungan masyarakat Jabar sebesar 31,3 persen.

Angka itu lebih besar dari Januari 2018 lalu yang hanya memperoleh 27,9 persen suara. Sementara itu, pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu yang semula hanya mendapatkan 0,9 persen suara, mulai merangkak naik dengan mencapai dukungan 5,4 persen.

Begitu pula pasangan Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah), saat ini kedua pasangan Jenderal itu telah memperoleh 3,4 persen, jauh lebih besar 2,4 persen dari bulan Januari lalu yang hanya memperoleh 1 persen suara.

"Dalam waktu sekitar 2 bulanan lebih kenaikan dari para calon baru dan implikasinya adalah penurunan suaranya Pak RK," ungkapnya.

Sementara itu, Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ervan mengatakan, sebagai partai pengusung Rindu, pihaknya menyebut perhelatan pilkada Jabar dinilai masih dalam kurun waktu yang cenderung lama. Sehingga, dengan temuan hasil survei ini, dirinya mengaku akan mengevaluasi strategi yang efektif kedepannya.

"Kalau pasangan Rindu, kalau RK itu telah memiliki variabel apapun, tinggal melakukan strategi kampanye yang efektif untuk mengurangi trend yang menurun," kata Ervan dalam paparannya.

Meski demikian, Ervan pun menyadari, saat ini pemilih pasangan Rindu masih sangat rendah di beberapa sebaran pemilih. Dia mengatakan, saat ini pasangan Rindu hanya terkenal di pemilih perkotaan dibandingkan pedesaan. Artinya, pemilih-pemilih yang telah melek teknologi dan sosial media.

"Apa apa saja yang masih dua bulan lagi pemilihan terjadi dan ini menjadi evaluasi," pungkasnya.

(aim/JPC)

Alur Cerita Berita

Cawagub Jabar Ahmad Syaikhu Berduka 19/04/2018, 19:29 WIB
Kang Emil: Kalau Terlena Kita Kalah 19/04/2018, 19:29 WIB
Demokrat Usung Dede Yusuf?  19/04/2018, 19:29 WIB
Nasdem Siap Menangkan Ridwan Kamil  19/04/2018, 19:29 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up