alexametrics

Khofifah Perjuangkan Pemerataan Sertifikasi Guru Madin

19 Maret 2018, 19:27:48 WIB

JawaPos.com – Disela kunjungannya ke Kabupaten Pasuruan, Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyempatkan diri melakukan dialog terkait pendidikan berbasis pesantren dan Madrasah Diniyah (Madin). Dialog dilakukan bersama pimpinan Yayasan Miftahul Ulum At Thoyyibah, Pasuruan, Senin (19/3).

Kepada Khofifah, Chodijah Khoiri, selaku Kepala TK, Madin dan TPQ Yayasan Miftahul Ulum At Thoyyibah mengungkapkan berbagi problem yang dihadapinya. Salah satunya terkait sertifikasi para guru yang terkenal linieritas.

“Mereka (para guru) di sini mengajar lebih dulu, baru kuliah dan mengurus sertifikasi,” keluh Chodijah kepada mantan Menteri Sosial itu.

Selain itu, Chodijah juga mengeluh terkait molornya Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) Madin. Sebab, Bosda yang seharusnya turun tiga kali dalam setahun, kini hanya turun sekali dalam setahun.

“Kami berharap ke depan akan ada perhatian lebih. Dan untuk infrastruktur sekolah, kami disini minim kelas. Sehingga maklum saja kalau mereka belajarnya lesehan,” imbuhnya.

Keluhan tersebut langsung direspon oleh Khofifah, ia mengatakan, seluruh keluhan tersebut masuk dalam bagian navigasi program Nawa Bhakti Satya yang didalamnya juga memuat Jatim Cerdas dan Sehat. Ketua Umum Muslimat NU itu pun menyatakan siap memperjuangkan hal tersebut.

“Ada masukan harapan dan rekomendasi. Pendidikan diniyah, RA, TK, PAUD, harapannya ada secara spesifik pemerataan tunjangan fungsional pada guru, ini akan jadi catatan,” kata Khofifah.

Sementara terkait infrastruktur sekolah, lanjut Khofifah, kedepan butuh sentuhan perbaikan infrastruktur. Salahsatunya melalui pemerataan Bosda hal itu juga sudah tercover dalam Nawa Bhakti Satya.

“Rumusan itu sudah masuk dalam prgram Jatim Cerdas dan Sehat. Bentuknya bermacam-macam, misalnya Tis-Tas (gratis dan berkualitas) dengan memperluas cakupan bantuan siswa miskin, bantuan biaya sekolah, dana insentif operasional akreditasi, tunjangan kinerja bagi guru tidak tetap,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pasangan calon Gubernur – Wakil Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018 dengan dukungan 6 partai politik. Yakni, partai Demokrat (13 kursi), partai Golkar (11 kursi), Partai Amanat Nasional (7 Kursi), PPP (5 kursi), partai NasDem (4 kursi), dan partai Hanura (2 kursi).

Dalam pencalonannya paslon nomor urut 1 itu, menawarkan beberapa program kerja jika terpilih kelak. Program-program tersebut dikemas dengan sebutan Nawa Bhakti Satya.

Editor : Soejatmiko

Reporter : (mkd/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Khofifah Perjuangkan Pemerataan Sertifikasi Guru Madin