alexametrics

Gus Ipul Siap Perluas Pasar Ekspor Mebel ke Luar Negeri

19 Maret 2018, 19:37:22 WIB

JawaPos.com– Industri mebel menjadi salah satu perhatian calon gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf. Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu berkomitmen untuk memperkuat pengerajin mebel di masa pemerintahannya jika kelak terpilih. Harapannya, Jawa Timur bisa menjadi pemain utama dalam pasar lokal maupun internasional.

“Jawa Timur memiliki potensi untuk mengembangkan sektor mebel. Saat ini sudah banyak pengerajin yang tembus ke pasar luar negeri. Di antaranya bahkan sampai di Amerika,” ucap Gus Ipul saat mengunjungi PT Kurnia Anggun, Senin (19/3).

Mantan Ketua Umum GP Ansor itu lantas mencontohkan keberhasilan PT Kurnia Anggun yang sukses memasarkan produknya sampai di Amerika Serikat. Perusahaan asal Mojokerto itu sudah berdiri sejak 1986. Mereka sukses menembus ke pasar internasional untuk ekspor beberapa produknya. “Padahal kita tahu bahwa menembus pasar ekspor itu tidak mudah. Perlu kualitas yang benar-benar teruji. Sehingga, ini pencapaian yang laik mendapatkan apresiasi,” tambahnya.

Produk mebel di Jatim sendiri, menyumbang 52 persen kebutuhan mebel nasional. Gus Ipul memaparkan, saat ini ekspor mebel Jatim ke luar pulau mencapai surplus Rp100 triliun. Meskipun demikian,pengerajin mebel di Jawa Timur tetap menghadapi banyak tantangan.

Tantangan pertama, yakni regulasi impor yang menjadi kewenangan pemerintah pusat. “Regulasi ini keputusannya ada di Jakarta. Oleh karena itu, kami akan menjembatani agar aturan ekspor maupun impor itu bisa lebih leluasa,” tutur pria asal Pasuruan itu.

Kedua, terkait persaingan pasar. Saat ini, produk asal Jatim bersaing dengan negara lain, seperti Vietnam. Pasar konvesional saat ini meliputi Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan hingga beberapa negara di Eropa Barat. Gus Ipul mengatakan bila masih ada peluang untuk mengembangkan pasar di luar negara-negara yang sudah menjadi langganan ekspor mebel tersebut. “Untuk menjawab tantangan ini, maka kita perlu meningkatkan kualitas produksi dan juga mengembangkan pasar,” lanjut Gus Ipul.

Tantangan yang ketiga adalah permasalahan daya saing yang bisa diatasi dengan peningkatan kualitas SDM. “Peningkatan SDM bisa dilakukan melalui pelatihan, peningkatan disiplin, dan komitmen,” katanya.

Peningkatan pasar ekspor mebel sekaligus akan meningkatkan lapangan kerja di Jatim. “Ini kan padat karya, kalau ini berkembang maka otomatis akan ikut membuka lapangan pekerjaan. Kalau regulasinya dibuka dan tidak mempersulit perusahaan, maka akan lebih banyak lagi order yang didapat. Sehingga, akan sekaligus berdampak positif terhadap penciptaan lapangan pekerjaan,” terang Gus Ipul. (did/JPG)

Editor : Soejatmiko

Reporter : (did/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads
Gus Ipul Siap Perluas Pasar Ekspor Mebel ke Luar Negeri