alexametrics

Blusukan ke Pabrik Rokok, Puti Guntur Soekarno Dicurhati Buruh Linting

19 Februari 2018, 16:44:19 WIB

JawaPos.com — Calon Wakil Gubernur Jawa Timur no urut 2, Puti Guntur Soekarno, kampanye di beberapa lokasi yang ada di Kabupaten Malang, Senin (19/2). Salah satunya, berkunjung ke pabrik rokok Gudang Baru, Kepanjen, Kabupaten Malang.

Di hadapan ribuan pekerja rokok bagian sigaret kretek tangan (SKT), Mbak Puti, sapaan akrabnya, belajar soal memproduksi rokok dengan cara tradisional. Yakni, dilinting dengan alat sederhana dan tangan secara manual.

Tidak jarang, para pegawai rokok itu curhat mengenai kesusahan yang menimpa mereka. Salah satunya, pegawai perempuan berjilbab, yang cerita soal kesulitan dalam mendapatkan pendidikan bagi anaknya. Perempuan yang mengaku malu jika namanya ditulis itu curhat anaknya lulusan SMP namun tidak bisa melanjutkan ke jenjang SMA, karena kendala biaya.

Blusukan ke Pabrik Rokok, Puti Guntur Soekarno Dicurhati Buruh Linting
BATIK: Puti saat berada di pusat fashion tradisional di Kabupaten Malang. (foto: Tika hapsari/jawapos.com)

Mengenai hal ini, Puti meminta agar pegawai perempuan tersebut tetap tenang, karena pasangan Gus Ipul dan Mbak Puti sudah memikirkan program yang menyasar pendidikan. “Kami ada program Dik Dilan (Pendidikan Gratis Berkelanjutan). Program ini memberikan pendidikan gratis di tingkat SMA dan SMK bagi yang tidak mampu. Jadi nanti pemprov yang akan memberikan pembiayaan,” beber dia.

Selain itu, mengenai kunjungannya ke pabrik rokok, dia meminta agar industri ini tetap dilestarikan. Apalagi, lanjut dia, SKM merupakan bagian dari warisan budaya alias heritage Indonesia. “Hubungannya erat juga dengan industri tembakau. Mengerjakan rokok secara tradisional, dengan melinting itu kan salah satu warisan budaya kita,” bebernya.

Usai mengunjungi pabrik rokok, cucu pendiri negeri ini, berkunjung ke Pakis. Bertemu dengan pekerja perempuan di sentra kerajinan batik tradisional dan konveksi bordir Istana Bordir.

Perempuan yang akrab disapa Mbak Puti itu melihat langsung proses membordir. Dikerubuti puluhan perajin, yang mengajak foto bersama, Puti mencoba ikut membordir dan membatik. “Luar biasa! Ibu-ibu yang hebat. Karya kreatifnya bagus. Mereka ikut menyangga pertumbuhan industri kreatif. Gus Ipul dan saya ingin, kita perkuat jejaring ke industri fesyen nasional dan internasional,” harap Puti, yang mengenakan kerudung dominan merah tersebut.

Ia terlihat antusias mendalami kerajinan bordir dan batik, yang dipandu pekerja. Mbak Puti mempunyai hobi mengenakan busana karya desainer-desainer muda kreatif. Menurut dia, industri fashion tradisional semacam ini, banyak jumlahnya di Jawa Timur. Puti melihat, Malang Raya, yang mencakup kota, kabupaten dan Kota Batu, merupakan kawasan yang sektor ekonomi kreatifnya tumbuh dengan baik.

Puti bercerita pernah membeli busana karya desainer muda Surabaya yang ia ketahui dari Instagram. Busana itu dipadu kreasi bordir dari perajin asal Malang dan Pasuruan. Marya itu sangat dipuji pelaku fashion nasional. “Saya berharap, dari Jatim akan semakin banyak terlahir pelaku fashion berkelas nasional dan internasional,” kata Puti.

Dari situ ia memahami keterhubungan industri fashion rumahan dengan industri kreatif berkelas nasional dan internasional sekalipun. Ia terinspirasi untuk memperkuat ekonomi keluarga, yang tiang punggungnya adalah para perempuan perajin.

Startegi pengembangan industri fashion tradisional, lanjut dia, mereka akan mendongkrak industri fashion skala kecil ke menengah, lalu jadi besar. Kemudian, membangun sentra-sentra penunjang. Ada bordir, batik, dan sebagainya, kemudian dikoneksikan dengan kampus dan pusat desain.

Dia juga meminta agar membangun kapasitas perajin perempuan dan memfasilitasi modalnya. “Pasti produknya semakin kompetitif,” jelas dosen tamu Kokushikan University, Jepang, tersebut.

Semua upaya itu, tujuan akhirnya adalah penyejahteraan keluarga. Itu mereka tetapkan dalam agenda prioritas dan janji kerja. Di tempat usaha milik Suningsingih itu, Puti disambut ramah para pekerja. “Merakyat, juga muda dan cantik. Mau belajar,” kata Suci, karyawati usaha itu.

Editor : Soejatmiko

Reporter : (tik/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Blusukan ke Pabrik Rokok, Puti Guntur Soekarno Dicurhati Buruh Linting