alexametrics

Tak Bawa Sengka Pemilu ke MK, PAN: Sikap BPN Belum Final

18 Mei 2019, 11:47:03 WIB

JawaPos.com – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyebut tidak akan membawa sengketa Pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK). Ini karena pesimis pihaknya akan memenangkan gugatan.

Menanggapi hal itu, ‎Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Arsul Sani mengatakan sebaiknya apabila ada sengketa Pemilu maka BPN bisa membawa ke MK. Karena itu sudah diatur dalam konstitusi.

“Jadi kalau enggak mau ke MK itu namanya tidak taat konstitusi, tidak taat hukum karena kita udah sepakat,” ujar Arsul saat konfirmasi wartawan, Sabtu (18/5).

Sekretaris Jenderal PPP ini menilai, tidak membawa sengketa ke MK adalah upaya yang sia-sia. Karena langkah tersebut bisa membuat opini baru di masyarakat untuk tidak mempercakai lembaga penyelenggara pemilu.

“Itu kan namanya mendelegitimasi men-downgrade sebuah lembaga negara,” katanya.

Terpisah, ‎Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh P Daulay mengatakan sampai sejauh ini yang dia ketahui, BPN tidak membawa sengketa Pemilu 2019 ini masih wacana. BPN belum mengeluarkan sikap resminya.

“Saya kira ini kan belum final. Kan nanti tanggal 22 (Mei) diputuskan apakah menempuh jalur MK apa tidak. Sekarang ini kan masih statement sementara,” kata Saleh.

Juru Debat BPN Prabowo-Sandi ini menjelasakan, saat ini tim dari pasangan nomor urut 02 sedang melakukan kajian apakah memutuskan ke MK atau tidak menyikapi hasil Pemilu 2019 ini.

“Kita tunggu saja hasil kajiannya seperti apa apakah nanti langsung ke MK atau enggak ke MK dan gimana pendapat hukumnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ‎Saleh berharap BPN bisa tetap menempuh jalur hukum formal untuk menangani kasus sengketa Pilpres 2019. Hal itu, kata dia dilakukan agar bisa dipertanggungjawabannya secara yuridis.

“Sehingga kalaupun kalah atau menang itu memang ada pertanggung jawaban yuridis, sosiologis yang memang kelihatan. Jadi bisa dijelaskan ke publik,” pungkasnya.

Sebelumnya, ‎Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan tidak mengajukan ke MK lantaran dirinya sudah pesimis dengan proses hukum dari sengketa pemilu ini.

“Terus terang kami sudah lihat proses hukum yang sudah kami lalui mulai dari proses kampanye, kami banyak dihalang-halangi, kriminalisasi terhadap tokoh-tokoh BPN, kemudian pada saat pencoblosan, pasca pencoblosan,” ujar Dahnil.

Dahnil menyebut saat ini yang dilakukan BPN adalah mengawal jalannya rekapitulasi yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan juga berdoa kepada Allah SWT adanya dugaan kecurangan Pemilu ini.

Editor : Kuswandi

Reporter : Gunawan Wibisono