alexametrics

Sambangi Malang, Gus Ipul Serap Aspirasi Petani Kopi

Janjikan Pendampingan Penguatan Modal Usaha
18 April 2018, 21:24:04 WIB

JawaPos.com – Calon gubernur Jawa Timur nomor urut 2, Saifullah Yusuf bertemu dengan sejumlah petani di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (18/4). Dalam pertemuan di sebuah rumah di Jalan Trunojoyo, Kepanjen ini, keponakan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini menjaring sejumlah aspirasi yang disampaikan para petani. 

Gus Ipul menjelaskan, dia sengaja bertemu dengan para petani. Agendanya, hanya dialog saja ngobrol-ngobrol dengan petani cengkeh, kopi, salak, pisang dan tebu. Hasilnya terkumpul sejumlah permasalahan yang kerap dihadapi oleh para petani.

“Apa sih yang jadi masalah utama. Jadi kami bisa tahu dan dicari solusi yang efektif. Misalnya tadi soal petani kopi, itu masalahnya pada penjemuran karena cuaca tidak menentu,” kata Gus Ipul. 

Perlu rumah jemur untuk kopi yang lebih efisien yang mereka sebut dengan rumah kopi. Sehingga Meskipun hujan, kopi masih bisa dijemur. Selain hal di atas, petani kopi juga mengeluhkan soal teknologi pengupas, serta perlunya pemberdayaan dan pendampingan bagi para petani.

“Petani kopi ingin mengembangkan daerahnya menjadi daerah wisata kopi. Ini sangat menarik dan perlu kita diskusikan, kalau soal pemasaran produknya diserap pasar dengan baik,” bebernya.

Mantan Menteri Percepatan Daerah Tertinggal itu melanjutkan, hadirnya teknologi tepat guna untuk petani kopi sangat dibutuhkan. Jika terpilih menjadi Gubernur Jatim nantinya, Gus Ipul siap memberikan pendampingan bagi petani kopi. Terutama dalam penguatan sisi modal dengan bunga yang rendah.

Para petani, imbuhnya sebenarnya hanya membutuhkan bantuan agar terkoneksi dengan perusahaan besar. Pasalnya mereka selama ini terbukti ampuh mengatasi sejumlah persoalan dan kendala yang ditemui di lapangan. “Secara umum, petani kopi di Jawa Timur sudah berkomitmen menghadirkan produk berkualitas,” tegas Gus Ipul. 

Ia menambahkan, yang perlu dilakukan kemudian soal pasar produk kopi. Serta, dukungan nilai tambah biar ada di petani kopi. “Prospek bisnis kopi di Kabupaten Malang sangat bagus, sudah berjalan. Mereka punya tantangan, salah satunya soal iklim saja,” papar Gus Ipul. 

Sementara itu, Eko Yudi Sukrianto, petani kopi Dampit, Malang selatan menambahkan, kendala yang dihadapi petani kopi yakni pengaruh iklim yang sangat ekstrem. Karena itu pihaknya memerlukan sejumlah peralatan guna mengatasi persoalan tersebut.

“Petani butuh rumah kopi untuk penjemuran kopi. Lalu kita butuh papper atau alat pengupas,” urainya.

Masih kata Eko, tahun 2016-2017 kopi dari kawasan Dampit mencapai 7,5 ton per tahun. Khusus tahun ini penurunan produk kopi sangat drastis sampai 75 persen. Hanya saja masih mampu mengumpulkan stok produksi 3,5 ton saja karena terkendala cuaca ekstrem.

Untuk diketahui, Kopi Sridonoretno adalah nama produk kopi asli dari kawasan Dampit, Kabupaten Malang. Harga jual kopi Sridonoretno untuk green bean saja, berkisar Rp 45 ribu per kilogram.

Produk kopi tersebut, cukup laris untuk pangsa pasar di Malang Raya sampai hari ini. Dari 16 kelompok tani, terdapat 8 kelompok tani yang menyokong bahan baku untuk produk Kopi Sridonoretno.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (tik/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Sambangi Malang, Gus Ipul Serap Aspirasi Petani Kopi