alexametrics

Puti Siap Jadikan Kampung Labu Madu di Kediri Sebagai Agrowisata

18 April 2018, 22:36:21 WIB

JawaPos.com – Calon wakil gubernur Jatim Puti Guntur Soeakarno mengunjungi Kampung Labu Madu yang terletak di Dusun Besuk, Desa Toyoresmi, Ngasem, Kabupaten Kediri, Rabu (18/4). Puti menilai kawasan tersebut bisa dijadikan agrowisata karena berkarya melalui sektor UMKM. 

“Daerah sini bisa menjadi salah satu program saya, yaitu seribu desa wisata. Karena desanya telah menghasilkan labu kuning yang manis, kemudian labunya bisa diolah menjadi beragam aneka snack. Saya rasa bisa dijadikan agrowisata,” ungkap Puti saat berdiskusi dengan para pelaku usaha sektor mikro, Rabu (18/4).

Selain itu, pertanian labu madu dan tahu takwa di Kediri sudah banyak dikenal. Yang perlu dilakukan adalah mempromosikan dan memasarkan lebih luas lagi, kalau perlu hingga diekspor ke mancanegara.

Puti Guntur Soekarno
PRODUK UMKM: Dalam lawatannya, Puti juga melihat berbagai produk UMKM yang dihasilkan di desa tersebut. (dok. Timses Media Gus Ipul-Puti)

Selain itu, juga perlu adanya pendampingan untuk pelaku UMKM. Saat ini, UMKM menyumbang 54,9 persen PDRB Jatim. “Gus Ipul bersama saya mempunyai program Superstar kepanjangan dari Sentra UMKM dan Pengembangan Startup. Dari program ini, para pelaku UMKM akan diberi pelatihan baik dari peningkatan kualitas produk serta modernisasi kemasan,” tambah cawagub nomor urut dua tersebut.

Setelah kemasan bagus dan sudah mendapatkan izin, pelaku UMKM bisa bekerjasama dengan supermarket untuk memasarkan produknya. Bahkan tidak menutup kemungkinan untuk diekspor dengan melakukan konektivitas mulai dari desa hingga ke tingkat pusat.

“Jadi desa ini bisa berpotensi sebagai desa wisata berbasis agro dengan mengoptimalkan hasil labu manis yang ada,” kata Puti.

Puti mengaku senang bisa bertemu dengan warga di Kampung Labu Madu. Sebab banyak perempuan kreatif yang mampu melahirkan inovasi-inovasi. Mereka ikut menyokong perekonomian rumah tangganya.

Dia melihat produk-produk UMKM yang dihasilkan dari desa tersebut. Puti memuji hasil karya warga yang sudah dikemas apik.

Perempuan asal Jakarta itu kemudian tertarik dengan peysek. Peysek adalah keripik yang berbahan baku cabai. “Ini produk peysek sudah bagus. Begitu masuk saya tidak tahu apa isinya. Ini produk dari hasil karya siapa? Mungkin bisa dikenalkan pada pegiat UKM lainnya,” tanya Puti.

Salah seorang perempuan bernama Erlina lantas menjelaskan kepada Puti bahwa itu adalah produk miliknya. Erlina menceritakan, produksi peysek itu berawal saat dirinya melihat cabai merah besar tumbuh segar di perkebunan sekitar lereng Gunung Kelud. Dia lantas mencoba berinovasi.

“Akhirnya saya melakukan inovasi cabe merah yang segar ini dijadikan kripik. Tanpa bahan pengawet, tanpa pewarna, rasanya asli,” paparnya.

Mendengar penjelasan itu, Puti pun menyampaikan bahwa dirinya bersama Gus Ipul berkomitmen untuk memajukan sektor UKM dan anak muda ingin maju, berkreatif, dan berinovasi. Tidak hanya itu, Gus Ipul-Puti juga akan memberdayakan kaum perempuan dengan memberikan permodalan.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (did/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Puti Siap Jadikan Kampung Labu Madu di Kediri Sebagai Agrowisata