alexametrics

Tidak Ada Adu Argumen, Debat Cawapres tanpa Perdebatan

18 Maret 2019, 13:43:15 WIB

JawaPos.com – Debat calon wakil presiden (cawapres) tadi malam (17/3) lebih mirip paparan visi dan misi. Hampir tidak ada adu argumen yang berarti antarkandidat. Cawapres 01 Ma’ruf Amin tidak banyak mendebat paparan cawapres 02 Sandiaga Uno. Begitu pula sebaliknya.

Debat cawapres yang digelar di Hotel Sultan itu dimulai sekitar pukul 20.00. Dalam paparan perdana, Ma’ruf Amin menekankan pentingnya keberlanjutan pembangunan.

Dia menegaskan bakal melanjutkan program-program yang sudah ada. “Kami bertekad memperbesar manfaat program yang telah ada,” ujarnya.

Ma’ruf lantas menyebut program jaminan kesehatan nasional (JKN) dan program keluarga harapan (PKH). Cakupan dua program itu akan diperluas. Untuk pendidikan, program kartu Indonesia pintar (KIP) dilanjutkan dan ditingkatkan levelnya hingga jenjang kuliah. “Orang tua tidak perlu khawatir masa depan. La tahzan wala takhaf. Negara telah hadir dan akan terus hadir,” tuturnya.

Ma’ruf juga memperkenalkan kembali dua program tambahan, yakni kartu sembako dan kartu prakerja. Kartu sembako diberikan sebagai solusi bagi ibu-ibu agar bisa membeli sembako murah. Sedangkan kartu prakerja akan memberikan kemudahan pelatihan dan pekerjaan bagi anak muda.

Dia bahkan mengeluarkan tiga kartu andalan pemerintah, yakni KIP kuliah, kartu sembako murah, dan kartu prakerja. “Supaya anak-anak miskin bisa kuliah, supaya ibu-ibu bisa belanja murah, dan supaya mudah mendapatkan kerja,” katanya.

Sandiaga juga lebih sering memaparkan program kerjanya ketimbang mengkritisi paparan Ma’ruf. Dia menekankan visi dan misinya pada hal-hal mendasar yang dia peroleh dari hasil menyerap aspirasi rakyat. Mulai pembukaan sektor usaha untuk lapangan kerja, akses kesehatan yang mudah, hingga pendidikan dan listrik yang murah. Sandiaga menjanjikan solusi atas sejumlah persoalan yang masih terjadi di sektor-sektor tersebut.

Di sektor pendidikan, Sandi -sapaan Sandiaga Uno- berjanji menuntaskan persoalan ketidakjelasan status dan kesejahteraan guru honorer. Selain itu, sistem ujian nasional (UN) akan dihapuskan. “Sistem UN dihentikan, diganti minat dan bakat,” tegasnya. Sandi menilai sistem pendidikan dengan mengikuti minat dan bakat lebih bermanfaat serta linier dengan kemampuan setiap siswa.

Persoalan linieritas dan kesinambungan menjadi perhatian pasangan 02. Sandi menilai pendidikan dan dunia kerja harus link and match. Dia berpendapat, salah satu penyebab banyaknya tingkat pengangguran adalah tidak bertemunya kualitas SDM yang ada dengan kebutuhan dunia kerja.

Ma’ruf Amin menyatakan memiliki pendekatan yang sama. Karena itu, kata dia, ke depan pemerintah akan mengomunikasikan tenaga kerja dengan dunia kerja. Ma’ruf menyebutnya dengan istilah Dudi. “Dunia usaha dan dunia industri,” ucapnya.

Di sektor kesehatan, Sandi menetapkan penyelesaian persoalan defisit di tubuh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sebagai prioritas. Dia menargetkan, dalam 200 hari pertama, persoalan itu bisa dituntaskan. Menurut Sandi, defisit BPJS Kesehatan berdampak pada kualitas pelayanan rumah sakit yang buruk. “Kita pastikan tenaga kesehatan dibayar tepat. Ketersediaan obat juga terpenuhi,” tuturnya.

Nobar Relawan Dua Kubu

Tidak Ada Adu Argumen, Debat Cawapres tanpa Perdebatan
Cawapres 01 Ma'ruf Amin (Issak Ramdhani/JawaPos.com)

Ribuan relawan dan pendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin menggelar nonton bareng (nobar) di Rumah Aspirasi, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat. Acara nobar diawali dengan salawatan dan pengajian oleh kelompok santri, ulama, dan habaib. Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa dalam acara itu, dilakukan khataman Alquran sebagai bentuk dukungan kepada Ma’ruf. “Ini bentuk dukungan spiritual dan moral,” katanya.

Dalam acara itu, mayoritas pendukung mengenakan sarung dan peci, termasuk Hasto. Menurut politikus asal Jogjakarta tersebut, selain khataman Alquran, digelar festival kain Nusantara. Semua pendukung bebas menggunakan sarung sesuai dengan daerahnya. “Jadi, kita rayakan bersama debat ini dengan bersama-sama memopulerkan sarung Kiai Ma’ruf Amin,” ucap Hasto.

Tidak Ada Adu Argumen, Debat Cawapres tanpa Perdebatan
Cawapres 02 Sandiaga Uno (Issak Ramdhani/JawaPos.com)

Sementara itu, tak jauh dari kediaman Prabowo, media center pasangan nomor urut 02 tersebut menggelar nobar bersama relawan. Ada komunitas Jakarta Berlari, Sahabat NSD, dan Forum Sandi Uno. Para relawan berkumpul sejak sore untuk menyaksikan cawapres pilihan mereka beradu argumen dengan Ma’ruf Amin.

Sandi sendiri sebelum debat memiliki sejumlah aktivitas. Seperti biasa, dia memulai pagi dengan berlari dan main basket. Hal yang tidak biasa, kemarin Sandi ditemani Ketua Komando Satgas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.

Keduanya lari bersama, dilanjutkan satu tim main basket di GOR Bulungan. Sandi mengenakan jersey nomor 02, sedangkan AHY mengenakan jersey nomor 14 dengan logo Partai Demokrat. “Pagi ini luar biasa. Mas AHY meluangkan waktu untuk berolahraga bersama, mulai lari pagi sampai basket dan jago banget ya ternyata,” ujar Sandiaga Uno di lokasi.

AHY mengaku menikmati berolahraga bersama Sandi. “Ini menunjukkan bahwa politik itu bisa menyenangkan, bisa menyehatkan. Educative, entertaining, dan fun. Kita perlu membuat politik itu keren tanpa harus selalu menuding-nuding kesalahan orang lain secara berlebihan,” ujar AHY.

Sandi menambahkan, pada dasarnya politik dapat dijadikan ajang untuk silaturahmi dan menyenangkan. Dan berkaitan dengan basket, kata Sandi, politik adalah kerja sama yang baik demi kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

“Saya ada beberapa assist Mas Agus waktu skor. Dan ini bagian dari konsep politik kita itu teamwork, kita harus bekerja sama. Karena negeri ini kalau kita bersatu, berpadu, dan tokoh-tokoh muda politisi mudanya bisa sama-sama menitipkan optimisme buat bangsa ini, insya Allah bangsa ini akan menjadi bangsa yang adil dan makmur,” tegas Sandiaga Uno.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (far/lum/bay/bin/c9/c10/oni)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Tidak Ada Adu Argumen, Debat Cawapres tanpa Perdebatan