JawaPos Radar

Lestarikan Budaya Lokal Jepara, Ganjar Gagas SMK Jurusan Ukir

18/03/2018, 23:42 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Ganjar Pranowo
Calon gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat mempraktikan kebolehan mengukir miliknya. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Calon gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menggagas didirikannya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan seni ukir di Kabupaten Jepara. Hal tersebut, menurut pasangan Taj Yasin itu menjadi penting demi lestarinya budaya lokal.

Gubernur nonaktif itu menuturkan, dengan diadakannya kejuruan ukir ini, akan memancing generasi muda mengembangkan seni ukir yang mayoritas ditekuni mayoritas warga Jepara. Gagasan itu disampaikan dirinya kala bertemu Ulfi, 28, seorang perajin di Sentra Kerajinan Ukir RT 1 RW 5 Mulyoharjo, Kabupaten Jepara, Minggu (18/3).

Awalnya, Ulfi menjelaskan proses membuat kerajinan ukir yang telah ditekuni sejak tujuh tahun silam. "Prosesnya bikin gambar dulu kemudian baru ditatah atau diukir. Pengerjaannya memakan waktu sekitar dua bulan," ujar pria lulusan SMP 4 Kuwasen Jepara tersebut.

Ulfi kemudian menunjukkan salah satu hasil karya ukirnya yang berbentuk angsa setinggi dada orang dewasa. Rencananya, hasil jerih payahnya tersebut akan akan dijualnya seharga Rp 3 juta dengan nilai bahan baku Rp 1 juta.

Tak hanya itu, Ulfi juga berkesempatan memamerkan karya lainnya yang berbentuk naga, kuda, dan lainnya. Hasil kerajinan itu dijual bervariasi dari ratusan ribu sampai belasan juta.

Mendapat penjelasan dari Ulfi, Ganjar juga sempat mempraktikan cara mengukir. Dengan mendapatkan arahan dari Ulfi, Ganjar mencoba meneruskan ukiran yang telah dikerjakan oleh Ulfi. "Wah, ternyata saya bisa ngukir," seloroh Ganjar dengan nada bercanda. 

Ganjar kemudian tertarik dengan kerajinan ukir berbentuk banteng. Pria berambut putih ini pun membelinya seharga Rp 300 ribu.

Dari situ, Ganjar menyatakan mulai dapat ilham untuk menularkan ketrampilan yang dimiliki Ulfi dan para pengrajin ukir lain kepada masyarakat, terutama di kalangan pemuda. "Jadi belajar tidak harus di sekolah saja, bisa juga seperti Ulfi yang belajar mengukir sebagai satu ketrampilan," ujarnya.

Menurutnya, dengan adanya sekolah formal khusus tentang ukir, maka lulusannya akan lebih terarah, mulai dari gaya ukir, karakter, teknik, termasuk pemasarannya. 

"Bila lebih kreatif lagi, maka masyarakat menjual paket wisata. Dimana wisatawan bisa punya kesempatan melihat cara mengukir sekaligus mencoba merasakan mengukir kayu. Jika itu bisa diaplikasikan maka bisa jadi wisata yang kita banggakan," tandasnya.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up