alexametrics

Hasil Survei Poltracking, Pemenang Pilgub Jatim Belum Dapat Dipetakan

18 Maret 2018, 19:33:20 WIB

JawaPos.com – Tiga bulan menjelang hari pemilihan, kontestasi di Pilgub Jatim masih memerlihatkan dinamika yang apik. Dari hasil survei Poltracking Indonesia, sampai saat ini siapa yang memenangi Pilgub Jatim belum dapat dipetakan. Alasannya ada 21,8 persen pemilih yang memutuskan pilihannya.

Mereka belum bisa memastikan untuk memilih pasangan Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak atau pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno.

Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yuda menuturkan, berdasarkan dengan simulasi kertas suara, elektabilitas pasangan Khofifah-Emil Dardak mencapai 42,4 persen. Pasangan itu unggul 6 persen dari pasangan Gus Ipul-Puti yang memeroleh suara sebesar 35,8 persen. “Sisanya 21,8 persen undecided voters,” ungkap Hanta Yuda di Hotel Sari Pan Pacific, Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (18/3).

Hasil Survei Poltracking, Pemenang Pilgub Jatim Belum Dapat Dipetakan
Pilkada Serentak 2018 (Kokoh Praba/JawaPos.com)

Jika dilihat dari kandidat tunggal, survei itu menyatakan Khofifah mendapat voting 42,6 persen Gus Ipul di angka 39,6 persen. Keunggulan elektabilitas juga diperoleh cawagub Emil Dardak. Dia unggul 8 persen dibandingkan Puti.

Sementara itu jika mengacu pada peta wilayah demografi pemilih, berdasarkan peta sub-kultur yang dibagi menjadi 5 wilayah, pasangan Khofifah-Emil unggul signifikan dengan menguasai 4 wilayah dibanding pasangan Gus Ipul-Puti hanya 1 wilayah.

Empat wilayah yang diungguli Khofifah-Emil itu yakni, Arek 46,6 persen; Madura 47,2 persen; Mataraman 41,8 persen; dan Mataraman Pesisir 47,9 persen. “Sementara Gus Ipul – Puti hanya unggul di Tapal Kuda 54,5 persen,” imbuh Hanta.

Begitu pula dengan survei berdasarkan kategori lain seperti, kelompok gender, kelompok suku, hingga basis agama dan kulturalnya, pasangan Khofifah – Emil unggul dibanding pasangan Gus Ipul – Puti Soekarno.

Hanta mengungkapkan, pemenang Pilkada Jatim belum dapat dipastikan. Pasalnya ada 21,8 persen pemilih belum menentukan arah dukungannya. Apalagi waktu pemungutan suara masih ada tiga bulan lagi.

“Masih sulit menentukan siapa yang akan menang, waktu masih sekitar 3 bulan lagi, undecided voters-nya juga masih 21,8 persen masih belum dapat ditentukan,” tegas Hanta.

Menanggapi temua survei tersebut, Sekjen DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding, mengaku tidak khawatir atas kekalahan yang mendera pasangan Gus Ipul-Puti. Ia yakin pada saat pemungutan suara, keadaan dapat berbalik.

“Saya tidak terlalu khawatir dengan survei ini. Bupati yang kita punya lebih banyak daripada partai koalisi Khofifah – Emil. Ini hanya masalah teknis pemenangan saja,” kata Abdul.

“Bu Khofifah udah bertarung 3 kali dengan Pak Saiful, dan Pak Saiful udah menang 2 kali, Insya Allah ketiga kalinya ini akan dimenangkan oleh Pak Saiful,” pungkas Abdul.

Untuk informasi, Survei Poltracking ini dilakukan dalam rentang waktu 6 hingga 11 Maret 2018, dengan menggunakam metode stratified multistage random sampling. Responden yang dilibatkan mencapai 1.200 dengan Margin of Error 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei dilakukan di 29 Kabupaten dan 9 kota di seluruh provinsi Jawa Timur secara proporsional berdasarkan data jumlah populasi pemilih terakhir. Pengumpulan data dilakukan melalui proses wawancara tatap muka dengan kuisioner terhadap responden yang terpilih secara acak. Setiap Desa atau kelurahan terpilih diwakili oleh 10 responden.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (sat/JPC)


Close Ads
Hasil Survei Poltracking, Pemenang Pilgub Jatim Belum Dapat Dipetakan