alexametrics

Tak Bisa Nyoblos karena Surat Suara Habis, Ratusan Warga Geruduk KPU Pekanbaru

17 April 2019, 17:37:18 WIB

JawaPos.com – Ratusan warga mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru yang terletak di Jalan Arifin Ahmad, Rabu sore (17/4). Mereka meminta pertanggungjawaban KPU karena tidak bisa menggunakan hak suaranya.

Aparat berwajib seperti polisi dan TNI AD tampak mengamankan dan menenangkan warga agar tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Beberapa warga bahkan terlibat cekcok mulut dengan petugas keamanan karena tidak terima kalau mereka tidak bisa mencoblos.

Salah seorang warga Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki bernama Erwin Wijaya, 31, menuturkan bahwa kedatangannya ke kantor KPU karena surat suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 08 sudah habis. “Kami sudah menunggu dari pagi sampai siang karena surat suara habis. Petugas KPPS tidak bisa memberikan solusi yang baik,” ucapnya saat ditemui di Kantor KPU Kota.

Karena tak mendapatkan solusi dari petugas KPPS, Erwin akhirnya mendatangi Kantor KPU Kota setelah mendapatkan pesan berantai yang menyuruhnya ke sana. “Kami dapat kabar disuruh ke KPU. Oke kami datang ke KPU dan bawa syaratnya, di sini malah nggak ada petugasnya,” jelasnya.

Erwin mengakui bahwa dirinya memang tidak mendapatkan undangan C-6 atau masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). “Saya yang khusus punya dari jam 12 sampai jam 1. Oke saya datang ke TPS membawa KTP elektronik, ternyata sebelum itu pun surat suara sudah habis, sebelum jam 12,” sebutnya.

Surat suara yang habis seperti untuk pemilihan Capres dan Cawapres, DPD RI, DPR RI. “Malahan kotak suara dibuka, surat suaranya berbeda dengan yang lain. Tidak sama banyak. Ada petugas yang datang malah memberikan jawaban mohon maaf surat suara sudah habis dan itu adalah rezeki bapak-bapak. Emang jualan ya,” kata dia.

Erwin berharap agar KPU Kota Pekanbaru sebagai penyelenggara pesta demokrasi ini dapat bersikap bijak. Sebab, pada pemilu kali ini antusiasme warga sangat besar. “Terlepas dari siapapun pilihannya, tapi kan ini hak kami. Masa hak kami dirampas. Jadi apa hak kami sebagai warga negara Indonesia,” tegasnya.

Editor : Dida Tenola

Reporter : Virda Elisya

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads