alexametrics

Jokowi Fokus Substansi, Prabowo Tampil Orisinal

KPK Titipkan Pertanyaan
17 Februari 2019, 09:18:12 WIB

JawaPos.com – Hari ini calon presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto kembali bertemu di panggung debat. Mereka akan beradu ide dan gagasan dalam tema energi, pangan, sumber daya alam, lingkungan hidup, dan infrastruktur. Segmen keempat, saat kedua capres berkesempatan berdebat terbuka, menjadi kunci penguasaan panggung dan materi.

Debat hari ini akan diselenggarakan di Hotel Sultan, Jakarta. Sejumlah hal baru bakal disajikan. Tujuannya, debat bisa berlangsung lebih menarik. Ide-ide setiap capres juga lebih tergali.

Tim sukses masing-masing sudah menyiapkan amunisi untuk jagoannya. Di kubu capres 01, Jokowi sudah merampungkan simulasi debat. Khususnya untuk menghadapi format debat yang baru.

Jokowi Fokus Substansi, Prabowo Tampil Orisinal
Capres 02 Prabowo Subianto saat berpidato di hadapan para penyandang disabilitas. (Miftahulhayat/Jawa Pos)

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) 01 Tubagus Ace Hasan Syadzily mengungkapkan optimisme kubunya terkait tema debat kedua. “Tema debat yang kedua ini kami katakan Pak Jokowi banget,” terangnya setelah diskusi di kawasan Jakarta Pusat kemarin (16/2). Menurut dia, Jokowi sudah membuat banyak kebijakan di bidang infrastruktur, pangan, hingga lingkungan hidup yang prorakyat.

Pada segmen keempat tersebut ada waktu bagi capres leluasa mengutarakan pikiran. Saat itu akan terlihat bagaimana kemampuan capres. Bagaimana cara berargumen maupun menjawab jika ada pertanyaan atas tema yang dibahas. Karena itu, fokus simulasi adalah persiapan di sesi keempat tersebut.

Saat diskusi, menurut Ace, ada satu ciri khas Jokowi. Dia hanya ingin fokus pada substansi materi debat. Bukan lainnya. “Sejak awal Pak Jokowi menyampaikan kepada kami. Jangan menyerang personal. Tapi, seranglah kebijakan dan programnya,” tuturnya. Karena itu, gaya Jokowi tidak akan jauh berbeda bila dibandingkan dengan debat pertama.

Dalam simulasi, Jokowi memaparkan ide-idenya di hadapan tim panelis. Kemudian, tim panelis menanyakan berbagai hal yang diprediksi menjadi pertanyaan panelis atau bahkan pihak lawan.

Para panelis yang disiapkan TKN bebas bertanya hal apa pun yang berkaitan dengan tema. Karena itu, bila ternyata nanti pertanyaan-pertanyaan tersebut muncul dalam debat, Jokowi sudah siap.

Meski demikian, Ace menutup rapat strategi yang disiapkan Jokowi untuk debat nanti. Keterlibatan TKN sebatas memberikan masukan-masukan atas ide besar yang akan disajikan Jokowi.

Persiapan materi dilakukan untuk beberapa hal. Sebagai petahana, tentu yang akan disampaikan adalah apa yang sudah dilakukan selama menjadi presiden. Risikonya memang akan ada kritik dari lawan. Meski demikian, pihaknya menganggap itu sebagai bentuk pertanggungjawaban publik.

Namun, tak berarti Jokowi tidak menyiapkan program untuk melanjutkan kepemimpinannya bila terpilih nanti. Soal energi, misalnya, Jokowi terfokus pada penyediaan energi yang berkeadilan. Kemudian, soal pengelolaan sumber daya alam (SDA), Jokowi akan memaparkan hasil eksplorasi digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.

Lingkungan juga begitu. Akan ada sanksi tegas terhadap perusak lingkungan. Untuk pangan, ada dorongan penggunaan teknologi agar sektor tersebut lebih produktif. Juga, soal diversifikasi pangan. Program mengenai infrastruktur dan tata ruang juga disiapkan.

Simulasi juga dilakukan kubu 02. Badan Pemenangan Nasional (BPN) 02 mengungkapkan, simulasi yang dilakukan Prabowo cukup intens. “Setiap Minggu beliau punya acara diskusi oleh Universitas Kebangsaan,” terang Juru Bicara BPN Haryyadin Mahardika.

Saat diskusi itu, juga ada panelis. Dengan demikian, suasananya tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan debat. Prabowo menyampaikan gagasannya. Lalu, ada sesi tanya jawab dengan panelis. Selanjutnya penajaman materi. Dengan begitu, setiap idenya bisa benar-benar keluar dengan baik. Persiapan itu dinilai Prabowo cukup untuk menghadapi debat hari ini.

Prabowo juga berdiskusi beberapa kali dengan tim debat di BPN. Namun, dalam hal ini, BPN hanya memberikan saran. Sebab, bagaimanapun, yang bertarung adalah Prabowo. ”Kami sebenarnya sempat ‘memaksa’ Pak Prabowo untuk menghafal singkatan-singkatan,” tuturnya dengan nada bercanda. Tujuannya, mengantisipasi pertanyaan jebakan dari Jokowi.

Namun, ternyata Prabowo menolak. “Beliau yakin Pak Jokowi sudah berubah dan menjadi negarawan,” ucap politikus Partai Gerindra itu. Prabowo yakin pertanyaan teknis macam itu tidak akan keluar di forum debat yang melibatkan negarawan. Sebab, kemampuan calon presiden tidak bisa diukur hanya dari pengetahuan akan singkatan-singkatan.

Tim debat sebenarnya juga menyarankan Prabowo untuk mengeluarkan pertanyaan yang tajam kepada Jokowi. Harapannya, Jokowi susah menjawab pertanyaan tersebut. Namun, tutur Haryyadin, Prabowo tidak suka mempermalukan orang lain meski itu lawannya.

Selain sesi diskusi terbuka, Prabowo mengadakan diskusi tertutup berupa focus group discussion. Itu dapat menajamkan ide-ide yang sudah ada di kepala. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengundang pakar untuk mendengarkan idenya. Kemudian, para pakar diminta mengkritisi ide-ide yang sudah disampaikan.

Sejauh ini, dalam menyiapkan debat, ciri khas Prabowo adalah orisinalitas. Tidak mau mengubah gaya. ”Tidak ada gestur-gestur yang dilatih terlebih dahulu sehingga natural saja,” ucap alumnus Monash University Australia tersebut. Dengan begitu, yang disaksikan masyarakat Indonesia dalam debat nanti, itulah aslinya Prabowo.

Khusus segmen keempat, menurut Haryyadin, bakal menjadi peluang tersendiri bagi Prabowo. Pihaknya sudah memberikan amunisi untuk berdebat di segmen tersebut. Selain itu, Prabowo terlihat bersemangat dengan adanya sesi tersebut. Sebab, dia bisa mengeksplorasi lebih jauh.

Haryyadin menambahkan, dari lima tema, ada dua yang mendapat perhatian lebih dari Prabowo. Yakni, pangan dan energi. Alasannya, dalam dua persoalan tersebut, Indonesia benar-benar butuh solusi. Pada dua hal itu, Prabowo akan lebih banyak memberikan solusi yang berbeda dengan yang dikerjakan pemerintah saat ini. Sementara itu, untuk tiga tema lainnya, relatif lebih berimbang antara kritik dan solusi.

Di sisi lain, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menitipkan satu bahasan bagi para capres yang akan berdebat hari ini. Perizinan di sektor kehutanan terindikasi masih menjadi salah satu “lahan basah” bagi para mafia sumber daya alam (SDA). Tidak tanggung-tanggung, untuk izin hak pengusahaan hutan dan hutan tanaman industri, misalnya, potensi transaksi korupsinya mencapai Rp 688 juta hingga Rp 22,6 miliar setiap tahun.

Indikasi itu merupakan temuan KPK. KPK pun berharap temuan tersebut menjadi perhatian pihak terkait, khususnya para kandidat calon presiden (capres), yang bakal berdebat terkait energi, pangan, dan sumber daya alam hari ini (17/2). “Perizinan SDA memang rentan suap dan pemerasan,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kemarin. 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (byu/tyo/c10/git)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Jokowi Fokus Substansi, Prabowo Tampil Orisinal