alexametrics

Jubir Khofifah-Emil Serukan Tak Ada Black Campain di Bulan Ramadan

16 Mei 2018, 19:44:10 WIB

JawaPos.com – Memasuki bulan suci Ramadan, Tim Pasangan calon Gubernur Jawa Timur (Jatim) nomor 1 Khofifah Indar Parawansa – Emil Elestianto Dardak mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkampanye positif di Pilgub Jatim. Hal ini merujuk pada banyaknya kampanye hitam yang menyerang paslon 1.

“Memasuki bulan Ramadan, sudah jangan lagi berkampanye hitam. Sebaiknya bulan suci dilalui dengan hal-hal baik, termasuk saat berpolitik,”ujar Juru bicara Khofifah-Emil, KH. Zahrul Azhar Asad (Gus Hans) di posko pemenangan Jalan Diponegoro Surabaya, Rabu (16/5).

Gus Hans menambahkan, selama ini pihaknya selalu memberi contoh berpolitik dan berkampanye positif. Dirinya berharap, hal ini bisa jadi ajakan positif bagi semua pihak untuk tidak bernegatif campaign. Karena itu bisa mendowngrade calon yang didukungnya.

Apalagi selama ini, trend elektabilitas Khofifah-Emil terus menanjak dan menyalip paslon nomor 2. Hal ini terlihat dari beberapa hasil survey internal paslon 1 dan survey independen yang dilakukan oleh lembaga-lembaga kredibel.

“Yang terbaru survey CSIS menempatkan pasangan Khofifah-Emil unggul 15,8 persen dari pasangan sebelah (Gus Ipul – Puti),” tambahnya.

Pengasuh pondok pesantren Queen Al Azhar Darul Ulum Jombang ini menceritakan bahwa, paslon nomor satu sering mendapat serangan kampanye hitam. “Banyak. Videonya dibikin serius banget dan diiklankan di Youtube. Ini kan berarti mereka niat,” ungkapnya.

Tidak hanya ke Khofifah, serangan kampanye hitam juga menyasar Emil Dardak. Kendati demikian, Gus Hans enggan menuding kalau itu dibuat oleh tim paslon lain. “Saya tidak yakin ini dibikin tim sebelah. Paling ya setan yang belum terbelenggu. Semoga pada romadon ini tidak terjadi lagi, karena setannya sudah dibelenggu,” kelakarnya.

Beberapa serangan black campaign ke paslon nomor 1 ini diantaranya berupa video qosidah yg memojokkan Khofifah. Berikutnya tayangan video yang menyerang Emil yang dicreate dengan serius. “Kasihan masyarakat disajikan black campaign. Kan lebih baik memberikan pemahaman politik yang positif. Apalagi terhadap masyarakat milenial, agar tidak anti politik,” kata gus Hans.

Meski demikian, Gus Hans memastikan tidak ingin melaporkan masalah ini ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Sebab, ia masih mayakini masyarakat Jatim sudah cerdas dalam berpolitik.

“Biar masyarakat yang menilai. Toh kampanye hitam akan mendowngrade calonnya” pungkasnya.

Editor : Budi Warsito

Reporter : (mkd/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Jubir Khofifah-Emil Serukan Tak Ada Black Campain di Bulan Ramadan