alexametrics
Pemilu 2019

Caleg PKS Diminta Kampanye Negatif, Ketum Golkar Malah Bilang Begini

15 Oktober 2018, 15:00:41 WIB

JawaPos.com – Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto tak mempersoalkan pernyataan Presiden PKS Sohibul Iman yang menginstruksikan kadernya untuk memainkan kampanye negatif di Pemilu 2019. Menteri Perindustrian itu menilai wajar jika seorang calon mengangkat kelemahan lawan politiknya.

“Namanya kampanye kan nggak bisa dibatasi. Ada yang positif, ada yang negatif,” kata Airlangga di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (15/10).

Kendati demikian, Airlangga mengaku tak khawatir seandainya lawan politik memainkan kampanye negatif di pemilu kali ini. Sebagai parpol yang mengusung petahana, ia mengaku siap kelemahan jagoannya dalam mengurus pemerintahan selama ini diubek-ubek oleh lawan.

Caleg PKS Diminta Kampanye Negatif, Ketum Golkar Malah Bilang Begini
Presiden PKS Sohibul Iman (kanan) menyerukan penggunaan kampanye negatif kepada kadernya yang nyaleg. (dok. JawaPos.com)

Incumbent tentu punya track record dan kinerja yang bisa dilihat,” ungkapnya.

Di sisi lain, dirinya bersama Partai Golkar mengaku tak akan memainkan kampanye negatif sebagaimana yang diinstruksikan oleh Presiden PKS. Dia bilang, pihaknya bakal tetap menonjolkan kampanye positif ketimbang negatif.

“Kami akan menonjolkan sisi-sisi positif secara objektif. Karena objektif itu berbasis data. Dan kami mengingatkan bahwa pemilu ini adalah merupakan bagian menyejahterakan masyarakat,” jelasnya.

Sebagai informasi, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman melakukan pembekalan dalam konsolidasi nasional pemenangan di Pemilu 2019 di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Minggu (14/10). Di hadapan ribuan kadernya, mantan Wakil Ketua DPR RI itu mempersilakan kadernya untuk melakukan kampanye negatif di pemilu kali ini.

Sohibul menilai kampanye negatif boleh dilakukan selama berdasarkan data dan fakta. “Kita angkat kelemahan lawan kita tetapi ada faktanya, itu boleh,” ungkap Sohibul dalam pidato sambutannya.

Dia pun memberikan contoh seandainya ada salah satu paslon yang bertarung di pileg maupun pilpres pernah terlibat korupsi, maka wajar jika lawan politik menggunakan fakta hukum tersebut sebagai bahan kampanye.

“Kalau lawan politik berusaha menutup-nutupi kita bongkar, data dan faktanya bahwa dia pernah terlibat,” ujarnya.

Editor : Fersita Felicia Facette

Reporter : (ce1/aim/JPC)



Close Ads
Caleg PKS Diminta Kampanye Negatif, Ketum Golkar Malah Bilang Begini