alexametrics

Langgar Protokol Kesehatan, 72 Cakada Petahana Ditegur Kemendagri

15 September 2020, 16:15:34 WIB

JawaPos.com – Kemendagri menegur 72 calon kepala daerah (cakada). Teguran tersebut karena para cakada pehatana melanggar protokol kesehatan saat pendaftaran Pilkada Serentak 2020.

Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Bahtiar mengatakan, sejak awal KPU, Bawaslu, dan Kemendagri sudah mengingatkan agar menerapkan protokol kesehatan. Kenyataannya, ketentuan itu dilanggar oleh para bakal calon kepala daerah.

“Kita memang agak terkejut dan menyesalkan karena ada kejadian pada tanggal 4, 5, dan 6 September di luar yang kita harapkan,” ujar Bahtiar dalam diskusi secara virtual di Jakarta, Selasa (15/9).

“Sejak awal bapak Menteri Dalam Negeri sudah menyampaikan bahwa Pilkada serentak 2020 harus menjadi instumen alat kita untuk upaya menangani Covid-19 dan dampak sosial ekonominya,” ujar Bahtiar menambahkan.

Baca juga: DPR Minta Mendagri, KPU, Bawaslu dan DKPP Beri Sanksi ke Bakal Cakada

Dengan adanya pelanggaran protokol kesehatan tersebut, Kemendgari menegur 72 bakal cakada petahana. “Alhamdulillah teguran ini sudah dipatuhi oleh teman-teman kepala daerah dan paslon sudah secara sadar melakukan deklarasi pakta integritas untuk menyatakan kepatuhannya terhadap protokol Covid-19,” katanya.

Dalam tahapan pilkada selanjutnya, Bahtiar berharap para kontestan beradu gagasan mengenai pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia.

‎”Harus ada perdebatan kepala daerah. Kita setting debatnya adalah pandemi itu sendiri. Benar-benar pilkada harus kita jadikan penanganan Covid-19,” ungkapnya.

Sebelumnya, ‎Anggota Bawaslu Afifuddin menemukan 243 pelanggaran protokol kesehatan saat pendaftaran bakal pasangan calon di KPU daerah. “Partai politik dan bakal pasangan calon tidak menerapkan protokol kesehatan,yaitu dengan membawa sejumlah pendukung dan melakukan pengerahan massa,” ujar Afifuddin.

Bagi Afifuddin sejatinya para parpol dan bakal cakada harus bisa menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 di tanah air.

Baca juga: KPU: 60 Bakal Cakada Dinyatakan Positif Covid-19

“Jarak antar pendukung bakal pasangan calon juga tidak terlaksana sesuai protokol kesehatan, terutama menjelang proses pendaftaran,” katanya.

Oleh sebab itu ke depannya Bawaslu meminta pihak keamanan untuk tidak segan-segan memberikan teguran terhadap partai politik dan juga bakal calon kepala daerah yang tidak menerapkan protokol kesehatan.

“Penyelenggara dan pihak keamanan harus lebih menegakkan dengan lebih tegas protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19 pada pelaksanaan tahapan berikutnya Pemilihan 2020, terutama kegiatan di luar ruangan,” ungkapnya.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : Gunawan Wibisono



Close Ads