alexametrics

Khofifah: Pengajian Bisa Usir Kegalauan

15 April 2018, 16:45:21 WIB

JawaPos.com – Di hadapan para ibu-ibu, Calon Gubernur (Cagub) Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan seperti pengajian bisa menenangkan saat hati sedang galau. Menurutnya, hal itu juga menjadi bagian penetrasi yang sangat kuat dari seluruh kohesifitas bangsa.

“Saya tadi menyampaikan, bandingkan kalau kegalauan itu harus diterapi oleh psikolog. Bandingkan kalau kegalauan itu diterapi oleh psikiater, berapa banyak beban tugas mereka,” ujar Khofifah saat menghadiri Harlah Muslimat NU ke-72 dan Fatayat NU ke-68 di Gor Ken Arok, Kota Malang, Minggu (15/4).

“Maka sebetulnya, upaya untuk menenangkan hati itu antara lain melalui kegiatan-kegiatan keagamaan,” lanjutnya.

Khofifah: Pengajian Bisa Usir Kegalauan
Harlah Muslimat NU ke-72 dan Fatayat NU ke-68 di Gor Ken Arok, Kota Malang, Minggu (15/4). (Fiska Tanjung/JawaPos.com)

Menurut mantan Menteri Sosial itu, hal tersebut akan menjadi bagian penetrasi yang sangat kuat dari seluruh kohesifitas bangsa yang harus dibangun bersama.

“Jadi kalau menghitung kontribusi kok pengajian terus? Dari pengajian itulah problem-problem keluarga mungkin akan cair, ketemu solusi, hatinya tenang pikirannya tenang,” kata dia.

Jika pikirannya tidak tenang lanjutnya, bukannya ketemu solusi. Tapi justru makin rumit. Tidak sedikit orang yang menghitung efektifitas dari sebuah kegiatan keagamaan, untuk bisa mengurai masalah-masalah kehidupan sosial, kehidupan ekonomi dan kehidupan kenegaraan kebangsaan. Seperti pelaksanaan harlah yang diikuti oleh ribuan muslimat NU.

Sebenarnya, harlah sendiri diperingati setiap tanggal 29 Maret. Namun, biasanya muslimat NU memperingatinya mulai bulan Februari hingga Oktober nanti. “Itu artinya muslimat masih menjadi basis bagaimana sebetulnya pemberdayaan sosial. Penguatan kohesifitas sosial itu, dilakukan melalui majelis-majelisnya muslimat,” papar pasangan dari calon Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak itu.

Pada kesempatan itu, Khofifah juga menyampaikan kepada peserta harlah agar menunaikan ibadah Salat Dhuha. “Pertama kalinya di forum harlah saya sampaikan. Agaknya harus ada ikhtiar yang secara masif dilakukan. Munajat kepada Allah yang maha pemurah, yang maha menurunkan rizky pada kita semua,” kata dia.

Lebih lanjut Khofifah menerangkan, jika kerja keras dan kerja ikhlas sudah dilakukan, maka untuk menuntaskan antara kegiatan duniawi dengan yang maha menciptakan dunia salah satunya dengan Salat Dhuha. “Oleh karena itu, kalau masing-masing (orang) itu semacam mewajibkan dirinya empat hari Salat Dhuha di pagi hari, mudah-mudahan Allah membukakan pintu rezeki yang ada di langit dan bumi supaya membangun kesejahteraan yang lebih merata,” paparnya.

Tak lupa, dalam kegiatan itu juga dimanfaatkan Khofifah untuk menggalang dukungan pada pencalonannya di Pilgub 2018 ini. Ketika ditanya apakah muslimat NU menyatakan kesolidan untuk mendukung dirinya dan Emil, Khofifah hanya tersenyum. “Saya jalan, saya bersapa, Insha Allah mereka kompak,” tuturnya.

Editor : Budi Warsito

Reporter : (fis/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads
Khofifah: Pengajian Bisa Usir Kegalauan