JawaPos Radar | Iklan Jitu

Kegandaan Data Pemilih Bisa Jadi 'Selingkuh' Politik

14 November 2018, 20:00:59 WIB | Editor: Budi Warsito
Kegandaan Data Pemilih Bisa Jadi 'Selingkuh' Politik
Direktur Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Sumatera Utara (Sumut), Nazir Salim Manik (Prayugo Utomo/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) tengah memutahirkan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Namun begitu, DPT masih menjadi sorotan penting karena sering menuai polemik.

Pemutakhiran data pemilih dilakukan untuk melakukan pembersihan data. Hal ini disampaikan Direktur Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Sumatera Utara (Sumut), Nazir Salim Manik dalam diskusi 'Seberapa Bersih Daftar Pemilih Sumatera Utara Pada Pemilu 2019' di Amora Coffee, Jalan Karya Wisata, Medan, Rabu (14/11).

"Upaya pembersihan data terus dilakukan oleh KPU. Namun kita harus ingat bahwa, kebersihan data pemilih kita masih punya warisan mulai dari 2003 yakni penggunaan data menggunakan DPT Tools yang saat itu masih pakai program Exel. Kemudian 2009 sudah makin bagus," katanya.

Tantangan soal pembersihan data semakin besar. Karena prosesnya dilakukan dengan melibatkan kecanggihan teknologi. Jika nantinya masih ada kegandaan, bisa saja itu adalah kepentingan dari oknum tertentu.

"Akan mudah dikatakan penyelenggara itu gagap teknologi, atau pura-pura gaptek agar data ini bisa digunakan untuk perselingkuhan politik," ujarnya.

JaDI Sumut, sangat berkepentingan untuk memastikan bahwa seluruh data pemilih pada pemilu 2019 sudah bersih. Pun ada kesalahan, hanya margin eror yang sangat kecil dengan data yang ada. Pihaknya bahkan siap untuk membantu jajaran KPU dalam melakukan evaluasi mengenai data tersebut.

Diskusi yang digelar JaDI Sumut ini dihadiri oleh para pembicara yakni Ketua KPU Sumut, Yulhasni; Ketua Bawaslu Sumut, Syafrida R Rasahan; Kadisdukcapil Sumut, Ismael Sinaga dan Pengamat Kebijakan Publik, Elfenda Ananda.

(pra/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up