alexametrics

Kubu 02 Persoalkan Ajakan Pakaian Putih Jokowi, TKN: Jangan Paranoid

14 Juni 2019, 18:53:34 WIB

JawaPos.com – Ajakan capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) kepada masyarakat untuk menggunakan pakaian putih saat kampanye silam rupanya mendapat masalah. Tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mempersoalkan hal tersebut di Mahkamah Konstitusi (MK).

Ketua tim Hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto mengatakan, pemilu sejatinya adalah bebas dan rahasia. Namun Jokowi malah mengajak pendukungnya untuk datang ke tempat pemungutan suara (TPS) menggunakan pakaian putih. “Ini berbahaya menimbulkan pembelahan di antara pendukung. Ini juga nyata-nyata telah melanggar asas rahasia dalam Pilpres 2019,” ujarnya saat menyampaikan gugatan sengketa Pilpres di Gedung MK, Jakarta, Jumat (14/6).

Pria yang akrab disapa BW itu melanjutkan, Jokowi seharusnya paham betul tentang asas pemilu adalah bebas dan rahasia. Bukan malah mengajak pendukungnya mengenakan pakaian putih. “Jadi bahwa memilih dalam pemilu ini dilindungi dengan asas kerahasiaan,” tegasnya.

Ketua Tim Hukum BPN Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto (paling kanan) saat sidang Pendahuluan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (14/6). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Oleh sebab itu, mantan komisioner KPK ini meminta kepada majelis hakim MK untuk bisa mendiskualifikasikan pasangan nomor urut 01, Jokowi dan Ma’ruf Amin. Hal tersebut karena ajakan menggunakan pakaian putih ke TPS terstruktur, masif, dan sistematis. “Karena itu sudah sepatutnya paslon 01 didiskualifikasi sebagai peserta Pilpres 2019 ini,” kata BW.

Menanggapi hal tersebut, juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily menyebut tim hukum Prabowo-Sandi paranoid alias ketakutan. “Nah, apakah imbauan memakai baju putih dianggap sebagai tekanan psikologis dan intimidasi, menurut saya, paranoid itu namanya,” ujar Ace Hasan.

Sebab, lanjut dia, apabila orang sudah ada di dalam TPS tidak boleh diintimidasi. Pendukung Jokowi dengan menggunakan pakaian serbaputih juga tidak mengintimidasi masyarakat yang ingin mencoblos.

‎”Jadi menurut saya tak perlu juga dipahami sebagai pelanggaran serius, apalagi dinilai sebagai tindakan intimidasi dan tekanan psikologis itu,” kata Ace.

Sekadar informasi, sidang perdana gugatan pilpres Prabowo-Sandi yang berlangsung hari ini, Jumat (14/6), beragendakan pemeriksaan pendahuluan. Majelis pleno yang terdiri sembilan hakim konstitusi dan dipimpin Ketua MK Anwar Usman memeriksa permohonan yang diajukan kuasa hukum pasangan nomor urut 02.

Tim kuasa hukum diketuai Bambang Widjojanto dan anggotanya terdiri dari Denny Indrayana, Teuku Nasrullah, TM Luthi Yazid, Iwan Satriawan, Iskandar Sonhadji, Dorel Almir, dan Zulfandi. Mereka menilai bahwa ada pelanggaran pilpres 2019 yang sistematis, terstruktur, dan masif.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : Gunawan Wibisono

Alur Cerita Berita

Lihat Semua