JawaPos Radar

Survei Terakhir Stratakindo: Eramas Diprediksi Menang Pilgub Sumut

14/06/2018, 05:19 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
pilkada serentak
Ilustrasi: pilkada serentak 2018 (Kokoh Praba/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Gelaran Pilkada Sumatera Utara (Sumut) semakin dekat. Sejumlah survei pun muncul guna memprediksi siapa yang bakal menang. Terbaru, Lembaga Survei Strategi Taktik Indonesia (Stratakindo) juga menggelar survei Pilgub Sumut guna mengukur elektabilitas cagub/cawagub Sumut. Hal ini sekaligus untuk mengetahui peta akhir jelang pencoblosan 27 Juni mendatang.

Direktur Stratakindo Oktarina Soebardjo menyatakan, hasil survei menunjukan paslon Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) unggul dari paslon Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss). "Elektabilitas pasangan Eramas mencapai 46,77 persen, sedangkan pasangan Djoss mendapat 37,22 persen. Adapun yang menyatakan rahasia, tidak tahu, tidak menjawab sebanyak 16,01 persen," katanya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/6).

Dia memprediksi, hasil survei tersebut tidak akan berubah mengingat sisa waktu menuju pencoblosan tinggal beberapa hari saja. “Ini hasil suvei terakhir jelang pencoblosan. Masa lebaran yang juga merupakan cuti nasional dan libur nasional pasti tidak bisa dimanfaatkan secara efektif untuk mendulang suara. Jadi kami memprediksi pilgubsu ini akan dimenangkan pasangan Eramas,” katanya.

Oktarina memaparkan, pasangan Eramas unggul di daerah-daerah padat seperti Medan, Deli Serdang, Langkat dan Asahan. Sementara pasangan Djoss mengantongi dukungan lebih kecil. "Secara umum rakyat Sumut menghendaki perubahan dan perbaikan di bidang ekonomi dan infrastruktur. Responden menghendaki Sumut dipimpin oleh pemimpin yang tegas, bersih, anti korupsi dan agamis," paparnya.

Dia menambahkan, survei digelar dari 2 Juni sampai 9 Juni 2018. Sampel berjumlah 800 responden berusia minimal 17 tahun atau yang sudah memiliki hak pilih. Sementara margin of error survei sebesar ± 3,46% dengan tingkat kepercayaan 95%. "Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara tatap muka menggunakan kuesioner," pungkas Oktarina.

(fab/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up