alexametrics

Gus Ipul Targetkan Seluruh Nelayan Tercover Asuransi

14 April 2018, 15:45:48 WIB

JawaPos.com – Calon Gubernur (Cagub) Jawa Timur (Jatim) Saifullah Yusuf berkunjung ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Brak, Muncar, Banyuwangi, Sabtu (14/4). Di sana, pria yang akrab disapa Gus Ipul membeli beberapa ikan hasil tangkapan nelayan setempat.

Usai membeli ikan, Gus Ipul menggelar dialog dengan para tokoh nelayan Muncar. Kesempatan itupun tak disia-siakan nelayan untuk mencurahkan uneg-unegnya. Mayoritas nelayan mengeluhkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 1 Tahun 2015 tentang larangan menangkap lobster kecil.

Salah seorang nelayan, Mastur, 57, mengaku, Permen itu dikenal nelayan sebagai permen pahit. Lobster bertelur dilarang ditangkap. Begitu juga ekspor bibit lobster berukuran 50-100 gram. Padahal lobster adalah komoditi yang lebih menguntungkan ketimbang hasil laut lainnya.

Dengan peraturan ini, budidaya lobster di Banyuwangi banyak yang mandek. “Para nelayan tidak berani menangkap bibit lobster. Pembudidaya lokal-pun berhenti produksi,” keluh Mastur kepada Gus Ipul.

Selain lobster, para nelayan juga mengeluhkan belum meratanya asuransi yang bisa menaungi mereka. Program pemerintah pusat tentang asuransi nelayan masih sangat terbatas.

Menaggapi hal tersebut, Gus Ipul berjanji akan mengkomunikasikannya dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan. “Kalau ditangkap untuk dikonsumsi atau bahkan ekspor jelas tidak boleh. Tapi mohon untuk pembibitan bisa menjadi pertimbangan,” terang cagub nomor urut dua itu.

Sementara untuk asuransi nelayan, Gus Ipul bersama Cawagub Jatim Puti Guntur Soekarno berkomitmen membantu pembayaran preminya. “Program bantuan dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan, belum mampu mencakup seluruh nelayan,” lanjutnya.

Gus Ipul menargetkan seluruh nelayan di Banyuwangi maupun Jatim yang jumlahnya mencapai 300 ribu orang, bisa seluruhnya tercover asuransi. Saat ini yang sudah mendapat bantuan baru sebagian saja.

Nantinya, Pemeritah Provinsi (Pemprov) Jatim akan memberikan bantuan premi asuransi ke nelayan secara proporsional. Misalnya ditetapkan pemprov menanggung 50 persen premi asuransi nelayan melalui BPJS Ketenagakerjaan dalam skema bukan penerima upah (BPU). Atau asuransi lainnya yang punya program serupa seperti PT Jasindo yang preminya sebesar Rp 175 ribu per tahun. “Dananya terjangkau alokasi dana APBD Jatim. Ini bukti keberpihakan kami,” papar Gus Ipul.

Dengan tercover asuransi, nelayan bisa terlindungi karena mendapat jaminan kematian, kecelakaan kerja, dan biaya pengobatan. “Dengan menjadi peserta asuransi nelayan, bapak-bapak juga berkesempatan menikmati program pemerintah provinsi lainnya. Karena sudah masuk basis data kami,” tambah mantan Ketua Umum GP Ansor tersebut.

Selain asuransi, Gus Ipul juga telah menyiapkan sejumlah program lainnya bagi nelayan. Mulai dari teknologi pengumpul ikan untuk memudahkan penangkapan hingga bantuan kapal dan alat tangkap ramah lingkungan. Pasar lelang ikan juga akan direvitalisasi menjadi lebih modern, rapi dan terintegrasi.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : (did/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Gus Ipul Targetkan Seluruh Nelayan Tercover Asuransi