JawaPos Radar

Miris, Deklarasi Pilkada Damai, 4 Paslon Gubernur Tak Hadir

14/03/2018, 19:47 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Deklarasi Pilkada Damai
DEKLARASI DAMAI: Deklarasi damai Pilkada serentak 2018, menolak SARA dan penggunaan tempat ibadah sebagai panggung kampanye di Makassar, Rabu (14/3). (Syahrul Ramadan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Deklarasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2018, Sulawesi Selatan (Sulsel) menolak politisasi suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) serta penggunaan tempat ibadah sebagai panggung kampanye sepi, tak dihadiri satu pun pasangan calon (Paslon) Gubernur.

Padahal deklarasi ini dihadiri seluruh tokoh lintas agama, organisasi masyarakat (Ormas), komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), termasuk institusi Polisi dan TNI.

Ketua KPU Sulsel Iqbal Latief menyayangkan ketidakhadiran satu pun paslon yang akan bertarung di Pilgub Sulsel. "Saya memang berharap setiap ada deklarasi harus bisa hadir, supaya memberi komitmen kepada masyarakat," kata Iqbal usai deklarasi di Jalan Boulevard, Makassar, Rabu, (14/3).

Ia berharap paslon bisa hadir setiap deklarasi sebagai komitmen bersama masyarakat. Namun dalam kesempatan ini menurutnya, justru sama sekali keterwakilan para paslon tak ada yang hadir.

Ketua GP Ansor Sulsel, Rusdi Idrus yang menggelar acara mengatakan telah mengudang semua kandidat untuk dapat hadir dalam deklarasi ini, namun hingga kini tak ada satu pun perwakilan paslon yang berkesempatan datang.

"Kita sudah mengudang semua hadir namun sampai saat ini tidak hadir. Meski sebelumnya mereka menyatakan akan hadir," kata Rusdi.

Kendai Rusdi tak mempermasalahkan ketidakhadiran paslon yang akan bertarung pada Pilgub Sulsel, tapi, imbuhnya paling tidak kepada kandidat mengetahui dan mematuhi aturan penggunaan tempat kampanye.

"Tida kecewa, tapi intinya mereka tau kalau ada deklarasi ini, untuk tidak mengunakan tempat ibadah sebagai panggung kampanye," jelasnya menutup.

Untuk diketahui, Pilgub Sulsel sendiri, ada 4 paslon gubernur yang bakal bertarung untuk memperebutkan kursi kekuasaan tertinggi. Masing-masing, pasangan nomor urut 1 Nurdin Halid dan Aziz Qahhar Mudzakkar, pasangan nomor urut 2 Agus Arifin Nu'mang dan Tanribali Lamo, pasangan nomor urut 3 Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman dan terakhir pasangan nomor urut 4 Ichsan Yasin Limpo dan Andi Mudzakkar.

(rul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up