JawaPos Radar

Soekarwo: Mari Bersama Menjaga Kondusifitas

14/02/2018, 14:55 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Pengamanan Pilkada
Gubernur Jatim Soekarwo, Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Arif Rachman, serta Ketua KPU Jatim Eko Sasmito saat menghadiri Sispamkota Pilkada Jatim di Lapangam Makodam V Brawijaya, Rabu (14/2). (Dida Tenola/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Seluruh elemen di Jawa Timur (Jatim) siap mengamankan pilkada. Mulai level kabupaten/kota hingga tiga pilar di desa-desa, sudah siap dengan berbagai kemungkinan yang bisa saja muncul.

Hal itu disampaikan Gubernur Jatim Soekarwo. "Yang paling penting kompaknya pemerintah, TNI-Polri, hingga tokoh masyarakat dan tokoh agama. Mari kita bersama-sama menjaga kondusifitas," jelas pejabat yang akrab disapa Pakde Karwo itu dalam Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) di Lapangan Kodam V Brawijaya, Surabaya, Rabu (14/2).

Acara Sispamkota digelar Kodam V Brawijaya bersama Polda Jatim. Ketua Komisi pemilihan Umum (KPU) Jatim Eko Sasmito tampak hadir dalam acara tersebut.

Pengamanan Pilkada
Simulasi pengamanan Pilgub Jatim 2018. (Dida Tenola/JawaPos.com)

Dalam simulasi, menampilkan beberapa skenario terburuk yang mungkin muncul pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2018. Mulai dari pendistribusian kotak suara, masa kampanye, pencoblosan, penetapan pemenang, hingga setelah pilkada.

Salah satu adegan simulasi menampilkan suasana chaos. Dimana salah satu massa pendukung pasangan calon tidak terima dengan keputusan KPU. Polisi yang berjaga mencoba melakukan negosiasi. Namun upaya petugas tidak digubris massa.

Hingga akhirnya massa nekat menyerang barikade penjagaan. Perlawanan massa itu dengan sigap dihalau polisi. Beberapa provokator diamanakan. Situasi chaos bisa cepat dikendalikan.

Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin mengatakan, pihaknya memang sengaja menggelar simulasi dengan situasi terburuk. "Memang mencari yang terjelek, seolah-olah terjadi kerusuhan massal. Kalau semua dianggap aman, ya nggak latihan," beber Machfud.

Jenderal polisi asal Ketintang, Surabaya tersebut melanjutkan, sejauh ini kondisi keamanan di Jatim bisa dikatakan aman. Masyarakat mampu menjaga keadaan dengan guyub dan rukun.

Kendati demikian, polisi bersama TNI sudah menyiapkan semua pengamanan. Termasuk pengamanan terhadap dua pasangan calon yang bakal bersaing di Pilgub Jatim 2018. "Satu pasangan calon kami kasih empat personel pengawalan," ujar mantan Kapolda Kalsel itu.

Senada dengan kepolisian, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Arif Rahman mengaku sudah siap membackup pengamanan. Salah satunya adalah pengiriman logistik pemilu ke beberapa daerah terpencil. "Kami siap kawal, tergantung permintaan KPU," tutur Arif.

Sementara itu, Ketua KPU Jatim Eko Sasmito berterima kasih kepada aparat TNI dan Polri yang sudag siap mengawal proses demokrasi lima tahunan di Jatim. "Kami berterima kasih kepada TNI dan Polri yang memberikan jaminan keamanan. Kami tidak sendiri," ungkap Eko.

(did/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up