alexametrics
Pilpres 2019

Pesan Prabowo ke Intelijen: Jangan Inteli Ulama-ulama Besar Kita

14 Januari 2019, 22:55:14 WIB

JawaPos.com – Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto telah menyampaikan paparan visi-misi di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Senin (14/1) malam. Dalam kesempatan tersebut, dia menyoroti perlunya intelijen yang memiliki integritas.

Prabowo melihat, kegiatan yang dilakukan intelijen justru banyak menyasar rakyat Indonesia sendiri. Dia pun lantas mengingatkan bahwasanya tugas intelijen ialah melakukan kegiatan terhadap musuh negara Indonesia.

“Intelijen itu ‘ngintelin’ musuh negara, jangan intelin mantan presiden Republik Indonesia. Jangan intelin mantan ketua MPR RI. Jangan intelin anaknya proklamator kita. Jangan intelin mantan panglima TNI. Jangan intelin ulama-ulama besar kita,” kata Prabowo dalam orasi politiknya.

“Kalau mau intelin mantan Pangkostrad nggak apa-apa,” selorohnya.

Atas dasar itu, Prabowo mengaku bakal melakukan penguatan institusi negara, sehingga lebih jujur dan berintegritas. Tak hanya memperkuat intelijen, akan tetapi mantan Danjen Kopassus itu berkomitmen untuk menguatkan polisi, jaksa dan hakim agar lebih berintegritas.

“Negara yang kokoh harus memiliki lembaga pemerintahan yang kuat, yang bersih, yang berintegritas. Kita perlu hakim yang unggul dan jujur. Kita perlu jaksa yang unggul dan jujur. Kita perlu polisi yang unggul dan jujur. Kita perlu intelijen yang unggul dan setia kepada bangsa dan rakyat,” ucapnya.

Prabowo juga berkomitmen untuk lebih memperhatikan gaji seluruh profesi tersebut. Tak tanggung-tanggung, dia bahkan berjanji untuk meningkatkan gaji mereka hingga berkali-kali lipat.

“Bila perlu, berkali-kali lipat gaji mereka. Karena hakim, jaksa, dan polisi yang baik itu sangat vital bagi pemerintah Republik Indonesia,” pungkasnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Igman Ibrahim

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Pesan Prabowo ke Intelijen: Jangan Inteli Ulama-ulama Besar Kita