JawaPos Radar

Pilpres 2019

Bawaslu Didesak Usut Dugaan Mahar Rp 500 Miliar

13/08/2018, 10:29 WIB | Editor: Ilham Safutra
Bawaslu Didesak Usut Dugaan Mahar Rp 500 Miliar
Ilustrasi: Bawaslu didesak untuk mengusut dugaan mahar dalam pencalonan di Pilpres 2019. (Kokoh Praba/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Isu mahar Rp 500 miliar di Pilpres 2019 masih menjadi polemik di tengah publik. Bawaslu diminta untuk turun tangan memastikan dugaan tersebut.

Ketua Cyber Indonesia Aulia Fahmi‎ mengatakan, ‎jika memang isu mahar itu ada benar, maka hal itu sudah menjadi permasalahan hukum yang serius dan tidak dapat ditolerir. Sebab Pilpres untuk mencari pemimpin bangsa ini harus dijalankan secara berintegritas. Seorang pemimpinnya jangan dihasilkan dari sosok transaksional.

"Bawaslu harus memeriksa Andi Arief yang notabene adalah politikus dari Partai Demokrat serta memanggil nama-ama yang disebut pada tweet tersebut," ujar Aulia kepada JawaPos.com, Senin (13/8).

Diketahui sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Andi Arief menuding ada pemberian mahar sebesar Rp 500 miliar dari Sandiaga Uno kepada beberapa parpol. Tudingan itu diungkapkan dalam kicauan twitternya.

Pemberian mahar itu diduga untuk memuluskan Sandiaga Uno menjadi cawapres yang mendampingi Prabowo Subianto. Akan tetapi, belakangan tudingan itu ditepis oleh Sandiaga Uno. Dia menyebut hanya mengeluarkan dana untuk biaya kampanye. Bukan mahar.

Lebih jauh Aulia Fahmi‎ menyebut, mumpung saat ini baru awal pendaftaran, dia meminta Bawaslu harus bertindak cepat menindaklanjuti isu mahar Rp 500 miliar itu. "Kemudian terhadap partai yang terbukti menerima mahar tersebut wajib diberikan sanksi. Ini adalah langkah penyelamatan demokrasi di Indonesia," katanya.

Untuk itu, Bawaslu untuk segera melakukan pemeriksaan mengenai mahar Rp 500 miliar yang diduga diberikan Sandiaga Uno terhadap Gerindra, PKS dan PAN.

(gwn/JPC)

Alur Cerita Berita

Menjaga Akal Sehat dalam Pilpres 13/08/2018, 10:29 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up