JawaPos Radar

Pilpres 2019

PDIP Yakin Cak Imin Tak Akan Lari Tinggalkan Jokowi

13/07/2018, 08:05 WIB | Editor: Estu Suryowati
PDIP Yakin Cak Imin Tak Akan Lari Tinggalkan Jokowi
PDIP yakin Muhaimin Iskandar (Cak Imin) tidak akan meninggalkan Joko Widodo (Jokowi) meski tak terpilih sebagai cawapres. (dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kini bersikap luwes lantaran situasi politik yang semakin cair. Buktinya PKS sudah rela tidak dijadikan cawapres oleh Joko Widodo (Jokowi).

Wakil Sekretaris Jenderal PKB Jazilul Fawaid mengatakan, pihaknya bakal terus mendukung dengan Jokowi, walaupun ketua umumnya, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, tidak dijadikan cawapres.

"Iya (tetap sama Jokowi). Nggak, nggaklah (tidak akan angkat kaki)," ujar Jazilul.

PDIP Yakin Cak Imin Tak Akan Lari Tinggalkan Jokowi
Fungsionaris PDIP Eva Sundari menilai, PKB masih ingin berada di lingkaran kekuasan pemerintah, dan mendapat jatah kursi menteri dari Jokowi. (dok. JawaPos.com)

Menurut Anggota Komisi III DPR ini, PKB sudah bekerja sama dengan Jokowi sejak 2014 lalu sampai dengan saat ini. Sehingga kerja sama itu perlu dilanjutkan di 2019 mendatang.

"Kami kan sudah lima tahun bersama Pak Jokowi, dan akan dilanjutkan tahun berikutnya," ucapnya.

Sementara, Cak Imin mengaku yakin dirinya bakal dipilih oleh Jokowi menjadi pendampingnya di 2019 mendatang. Jokowi juga masih bakal meliriknya walaupun sudah mengantongi lima nama kandidat cawapres.

"Masih JOIN (Jokowi-Muhaimin), tidak ada pilihan selain JOIN," ungkap Cak Imin.

Wakil Ketua MPR ini menyebut, apabila Jokowi mengambil cawapres dari tokoh lain dan bukan dirinya, maka sangatlah berbahaya. Hal itu karena saat ini dirinya mendapat dukungan dari 11 juta suara pendukungnya.

Sehingga, dikatakan Cak Imin, Jokowi bakal kalah di Pilpres 2019 apabila menggandeng orang lain untuk menjadi cawapres‎. "Kalau nggak JOIN bahaya. Nanti kalah sama lawannya," katanya.

Bagi Cak Imin tidak ada opsi lain selain JOIN. Sehingga sampai saat ini dirinya dan PKB terus berupaya mendapatkan kursi cawapres.

Terpisah, fungsionaris Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Eva Kusuma Sundari mengatakan, sangat kecil kemungkinan PKB meninggalkan Jokowi, hanya karena Cak Imin tidak dipilih menjadi cawapres.

Menurut Eva, Cak Imin di 2019 ini bakal mendukung Jokowi. Sebab, PKB ingin tetap berada di dalam kekuasan. Misalnya mendapatkan keuntungan jatah menteri.

"Mereka ingin tetap berada di kekuasan dan punya banyak menteri," katanya.

Bahkan tidak menutup kemungkinan keinginan Cak Imin menjadi cawapres bakal ditukar dengan tawaran tambahan kursi di kabinet untuk PKB.

"Kalau nggak bisa cawapres ya di menterinya, karena PKB dapat banyak di kabinet," ungkapnya.

Partai-partai pendukung Jokowi boleh saja menawarkan ketua umum atau kader lainnya untuk menjadi cawapres. Namun, satu hal pasti, keputusan pada akhirnya ada di tangan Jokowi.

"Jadi, boleh saja mengusulkan, dan boleh melakukan tekanan. Tapi, mari beri ruang yang cukup untuk Pak Jokowi," pungkas Eva.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up