alexametrics

Respons KPU Ketika Polisi Lepaskan Tembakan saat Rekap Suara

13 Mei 2019, 15:20:58 WIB

JawaPos.com – Rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2019 di Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan diwarnai dengan pelepasan tembakan. Berdasar tayangan video yang beredar di media sosial, tembakan itu dilepaskan oleh petugas kepolisian.

Menurut informasi yang beredar, tembakan itu dipicu adanya kericuhan antara massa pendukung calon legislatif saat rekapitulasi. Dua orang caleg dari Partai Golkar dan Partai Nasdem tidak terima dengan perbedaan hasil pada DA 1 hologram untuk suara pileg DPRD Kabupaten. Mereka meminta KPU dan Bawaslu membuka C1 Plano.

Atas kejadian itu, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra mengatakan, kericuhan itu disebabkan oleh massa pendukung caleg yang tidak puas dengan rekapitulasi suara.

“Ya ketidakpuasan terhadap rekapitulasi yang terjadi di Kabupaten Empat Lawang. Sehingga bisa ada distrust terhadap kelembagaan kepemiluan,” ujar Ilham di Kantor KPU, Jakarta, Senin (13/5).

Kata Ilham, kejadian itu sudah dalam penanganan polisi. Dari informasi yang didapatkannya, kericuhan itu berlangsung sekira 20 menit. Setelah itu kembali kondusif. “Langsung kemudian KPU provinsi mengambi alih rekapitulasi di Kabupaten Empat Lawang,” katanya.

Menurut Ilham, keributan saat rekapitulasi di Kabupaten Empat Lawang bukanlah yang pertama. Pada 2018 lalu, saat Pilkada juga pernah adanya betrokan. Akhirnya rekapitulasi yang tingkat kecamatan diambil alih oleh KPU di tingkat provinsi.

“Itu pernah terjadi juga ketika pilkada dan pileg sebelumnya. Tapi sudah dikanaliasai dan diambil alih sama provinsi,” ungkapnya.

Terpisah, Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar mengatakan, rekapitulasi di tingkat Kebupaten Empat Lawang sudah diambil alih di KPU tingkat provinsi. Saat ini situasi sudah berjalan kondusif.

“Ada kericuhan yang terjadi saat rekapitulasi, saat ini sudah dipindah ke KPU Provinsi Sumatera Selatan,” kata Fritz.

Fritz berpendapat, alasan pihak kepolisian mengeluarkan tembakan itu untuk menghentikan kerusuhan di tengah berlangsungnya penghitungan rekapitulasi suara di tingkat kecamatan. “Namanya juga kerusuhan dalam rekapitulasi,” pungkasnya

Editor : Ilham Safutra

Reporter : Gunawan Wibisono