alexametrics

Khofifah Minta Industri Rokok Pertahankan SKT

13 April 2018, 17:19:10 WIB

JawaPos.com – Calon Gubernur (Cagub) Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa berkunjung ke PT Hanjaya Mandala (HM) Sampoerna, Jumat (13/4). Alamatnya di kompleks SIER, Rungkut, Surabaya.

Kedatangan cagub nomor urut 1 itu disambut riuh ribuan buruh pabrik rokok. Khofifah sempat swafoto dengan sejumlah buruh. Selanjutnya, dia menggelar dialog dengan pimpinan PT Hanjaya Mandala Sampoerna.

Saat dialog, Khofifah menyampaikan informasi yang didapatnya seputar industri rokok. Dimana dalam dua tahun terakhir ada penurunan konsumsi sigaret kretek tangan (SKT) sebesar 2 persen.

“Ada penurunan SKT ke sigaret kretek mesin (SKM). Padahal SKT adalah produksi rokok yang padat karya. Sedangkan SKM adalah padat modal. Ada pesan bahwa saat ini SKT dinilai old fashion dan beralih ke SKM,” papar Khofifah.

Ketua Umum Muslimat NU itu lantas menegaskan, industri padat karya harus tetap mendapatkan perlindungan. Sebab keberadaannya banyak menyerap tenaga kerja. Bahkan hampir 100 persen pekerja di industri padat karya adalah perempuan. Mayoritas dari mereka adalah tulang punggung keluarga.

Khofifah khawatir penurunan konsumsi dan produksi SKT berdampak pada penurunan suplai industri yang menampung tenaga kerja perempuan. “Yang padat karya tetap harus terproteksi, supaya tidak beralih ke SKM. Nah, ini yang punya tugas adalah owner. Supaya owner bisa menjaga dengan berbagai macam promosi. Supaya industri padat karya bisa terus terjaga,” lanjut Khofifah.

Mantan Menteri Sosial (Mensos) di kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu mengungkapkan, angka pengangguran di Jatim masih cukup tinggi. Penyumbang rekruitmen pegawai di hulu-hilir sebesar 2,6 juta tenaga kerja perempuan adalah di bidang tembakau dan hasil tembakau.

“Yang saya ingin fokus adalah padat karyanya. Dari pabrik rokok SKT pekerjanya adalah usia lima belas tahun ke atas. Mereka adalah tulang punggung ekonomi keluarga. Sehingga kami ingin ini menjadi kesatuan kebijakan bagaimana melindungi tenaga kerja,” ulas Khofifah.

Seementara itu, Manager Fiskal Affair PT HM Sampoerna Yovan Sudarman merespons positif keinginan Khoffiah untuk melindungi industri padat karya. Secara nasional, perusahaannya memiliki 65.000 tenaga kerja.

Sehingga industri padat karya memang harus mendapat perlindungan. Tidak hanya itu, PT. HM Sampoerna juga berhasil menyumbang pajak bea cukai sebesar Rp 63 trilliun.

“Kami berharap cukai tidak dinaikkan drastis atau siginifikan. Bukannya kami menentang kenaikan bea cukai. Tapi harus dilihat apakah iklim industri sedang berkembang atau tidak. Paling tidak dipertimbangkan parameter inflasi supaya bisa pulih kembali,” tutur Yovan.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : (mkd/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Khofifah Minta Industri Rokok Pertahankan SKT