JawaPos Radar

Mal Khusus Jajanan Daerah Langkah DJOSS Kembangkan dan Tingkatkan UKM

13/03/2018, 22:58 WIB | Editor: Budi Warsito
Mal Khusus Jajanan Daerah Langkah DJOSS Kembangkan dan Tingkatkan UKM
Calon Wakil Gubernur Sumut Sihar dan Istrinya saat eli oleh-oleh khas Sumut di Bika Ambon Zulaikha, Selasa (13/3). (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara (Sumut) Sihar Sitorus menilai perlunya mal perbelanjaan yang diperuntukkan sebagai pusat jajanan khas daerah Sumatera Utara.

Dengan pusat jajanan khusus tersebut, menurutnya akan memudahkan turis baik lokal ataupun mancanegara mendapatkan oleh-oleh. Karena, selama ini pusat jajanan daerah hanya berpusat dimana jajanan itu diproduksi.

"Iya, harus kita akui. Jajanan khas atau oleh-oleh dari berbagai daerah Sumatera Utara ini sangat banyak sekali. Sehingga, saya kira sudah seharusnya dibangun satu tempat yang strategis sebagai pusat jajanan khas Sumut," ungkap Sihar saat membeli oleh-oleh khas Medan, Bika Ambon Zulaikha di Jalan Mojopahit bersama istrinya Patricia Siahaan, Selasa (13/3).

Dengan adanya mal khusus jajanan daerah, wisatawan bisa langsung memilih jajanan untuk oleh-oleh. Apalagi para wisatawan punya waktu yang singkat. Sehingga mereka tidak perlu ke daerah asal jajanan tersebut.

Mal khusus tersebut bisa meningkatkan kesejahteraan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) bidang makanan dalam mempromosikan produk mereka. Sihar tak menampik, bahwa selama ini kesulitan terbesar bagi pelaku UKM adalah memasarkan produk mereka. Sihar membeberkan, bahwa ide ini termasuk dalam visi misi mereka untuk pengembangan dan peningkatan UKM.

"Dengan adanya satu etalase, membantu mereka (UKM) memasarkan produknya. Juga memangkas biaya promosi. Karena kalau mereka mempromosikan barang atau produk mereka sendiri, butuh biaya lagi kan. Sedangkan biaya promosi itu tidak murah," jelas mantan Exco PSSI itu.

Sedangkan sang istri Patricia, sibuk membeli Bika Ambon yang akan dibawa ke Jakarta. Patricia membeli Bika Ambon berbagai rasa, sebagai oleh-oleh untuk saudara dan kerabat di Jakarta.

"Kalau saya tidak bawa oleh-oleh pada protes. Karena banyak saudara di sana yang dari Sumut tinggal di Jakarta, rindu oleh-oleh khas di sini. Juga teman-teman yang suka. Jadi, memang wajib saya bawa oleh-oleh dari Medan," pungkas Patricia.

(pra/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up