JawaPos Radar | Iklan Jitu

Pilpres 2019

Sandiaga Langkahi Makam, PBNU: Sebenarnya Dia Tahu Etika Ziarah Nggak?

12 November 2018, 18:49:56 WIB | Editor: Estu Suryowati
Sandiaga Langkahi Makam, PBNU: Sebenarnya Dia Tahu Etika Ziarah Nggak?
Sandiaga S Uno dianggap tak tahu adab ziarah lantaran melangkahi makam Kiai Bisri Syansuri. (Desyinta Nuraini/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Kegiatan calon wakil presiden Sandiaga Uno di Jawa Timur mendapat sorotan. Pasalnya, saat menabur bunga di makam Kiai Bisri Syansuri, Sandiaga melangkahi makam itu.

Menanggapi hal tersebut, Bendahara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Nasyirul Fallah Amru mengatakan, secara etika Sandiaga Uno sangat tidak sopan, melangkahi makam seorang ulama yang juga tokoh NU.

"Masyarakat NU tersinggung karena makam ulamanya dilangkahi. Itulah akibatnya kalau pemimpin tidak paham kultur politik bangsanya,” ujar Fallah dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Senin (12/11).

Pria yang kerap disapa Gus Falah itu menyampaikan, seseorang harus menjaga etika ketika berziarah atau menabur bunga di makam leluhur. Dia menyayangkan, Sandiaga tidak mengetahui adab ziarah, hingga tega melangkahi makam ulama Bisri Syansuri tanpa perasaan bersalah.

Gus Falah melanjutkan, dalam sebuah hadis diriwayatkan, sesungguhnya seseorang yang duduk di atas bara api, lalu membakar pakaian hingga menyisakan kulitnya lebih baik baginya daripada duduk di atas sebuah kuburan.

"Sebenarnya dia tahu nggak sih etika ziarah makam leluhur? Apa yang diperlihatkan Sandiaga dengan melangkahi makam Kiai Bisri itu bukan cermin menghormati leluhur," katanya.

Sekretaris Umum Baitul Muslimin Indonesia menilai, masyarakat makin geram atas tindakan Sandiaga yang mereka lihat melalui video yang viral di media sosial beberapa hari lalu.

"Makam itu diduduki saja nggak boleh, ini malah dilangkahi sama Sandiaga. Itu bukan watak warga NU. Cara Sandiaga menabur bunga juga seperti memberi makan kepada ternak," ungkapnya.

"Menabur bunga itu harus sopan, duduk, bersimpuh. Sebab, ziarah itu harus dilakukan dengan niatan bersih dan tidak bisa dilakukan dengan motif kekuasaan hanya karena menjadi calon, lalu menjadi rajin ziarah kubur," pungkasnya.

(ce1/gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up