Pileg 2019

Survei LSI: Untuk Pertama Kali Golkar Terancam Terdepak dari 2 Besar

12/09/2018, 16:05 WIB | Editor: Estu Suryowati
Hasil survei LSI mencatat PDIP berpotensi menang pemilu dua kali berturut turut,sedangkan Gerindra untuk pertama kali bisa menyalip PDIP dan Golkar di posisi runner up. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Partai Golkar diramalkan akan memperoleh suara sekitar sebelas persen di Pemilu Legislatif 2019. Berdasarkan survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang baru saja dirilis, partai berlambang pohon beringin itu meraup 11,3 persen suara nasional.

Perolehan suara ini menempatkan partai yang membesarkan nama Setya Novanto itu di urutasn ketiga. Dari hasil ini, peneliti LSI Adjie Alfaraby menyampaikan, untuk kali pertama Golkar terdepak dari posisi dua besar.

"Golkar terancam tidak masuk dua besar pemenang Pemilu untuk pertama kalinya," ujar Adjie di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (12/9).

Mantan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto yang menjadi terpidana kasus korupsi proyek kartau tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP). (Imam Husein/Jawa Pos)

Bahkan, lanjutnya, Golkar berpotensi menjadi partai papan tengah. "Golkar masih di ambang batas baik ke partai utama atau turun ke partai papan tengah," imbuh Adjie.

"Jika tidak ada perubahan besar atau gebrakan luar biasa yang dilakukan Golkar, maka pemilu 2019 akan menjadi kuburan bagi Partai Golkar sebagai partai besar atau partai utama," sambungnya.

Merosotnya prestasi Golkar diperkirakan karena tidak ada kadernya yang maju dalam kontestasi Pilpres. Hal ini ditengarai membuat partai kehilangan efek ekor jas (coattail effect).

"Tidak ada satupun kader atau tokoh yang identik dengan Golkar yang menjadi capres dan cawapres di Pemilu 2019," lanjut Adjie.

Faktor terbesar lain karena badai korupsi yang menerpa Golkar. Mantan Ketua Umum Golkar Setya Novanto yang dipidana gara-gara kasus korupsi e-KTP disinyalir membuat pemilih enggan memberikan suara untuk partai ini.

Ditambah belakangan kembali santer dikabarkan ada dua kader utama Golkar yang terjerat korupsi. Mereka yakni mantan Menteri Sosial Idrus Marham dan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dalam kasus duggan korupsi suap proyek PLTU Riau-1.

"Warisan kasus mantan ketua umumnya, Setya Novanto dan kasus korupsi PLTU Riau masih membebani Golkar dan memberikan sentimen negatif terhadap imej partai," pungkas Adjie.

Sebagai informasi survei ini dilakukan pada rentang waktu 12-19 Agustus 2018 dan melibatkan 1.200 responden. Metode survei yaitu sitem multistage random sampling dengan wawancara tatap muka dan kuesioner. Margin of error survei ini 2,9 persen.

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi