JawaPos Radar

Pilpres 2019

Ditegur Usai Sebut 'Tak Pilih Jokowi Masuk Neraka', Farhat Minta Maaf

12/09/2018, 17:00 WIB | Editor: Estu Suryowati
Ditegur Usai Sebut 'Tak Pilih Jokowi Masuk Neraka', Farhat Minta Maaf
Farhat Abbas menyebut orang yang tak pilih Jokowi akan masuk neraka. Usai mendapat teguran dari tim kampanye nasional, Farhat pun meminta maaf atas pernyataannya itu. (Yuliani/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Akibat ditegur oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Farhat Abbas akhirnya mengungkapkan permohonan maaf kepada publik. Permintaan maaf disampaikan Farhat, melalui akun Instagram miliknya @farhatabbastv229, setelah ia menyebut orang yang tidak mendukung ‎Jokowi menjadi kepala negara dua periode bakal masuk neraka.

"Kalau saya ditegur karena takut terganggu, ya saya minta maaf," ujar Farhat kepada JawaPos.com, Rabu (12/9).

Namun demikian, Farhat mengaku bahwa yang ia sampaikan tidaklah salah. Farhat melihat program-program Jokowi, misalnya revolusi mental, memang bisa membawa masyarakat Indonesia ke surga.

Ditegur Usai Sebut 'Tak Pilih Jokowi Masuk Neraka', Farhat Minta Maaf
Program Jokowi, salah satunya revolusi mental, dinilai Farhat bisa memperbaiki pribadi manusia Indonesia sehingga bisa masuk surga. (Kokoh Praba/JawaPos.com)

"Presiden itu tidak hanya membangun jembatan penyeberangan, tapi jadi jembatan ke surga. Kan masuk di akal kan? Sudah mengerti?" tambahnya.

‎"Jadi orang-orang yang belum mengerti (apa yang saya katakan) itu, ilmunya belum sampai. Pantun itu berbalas pantun. Kata berbalas kata‎," tegasnya.

Farhat juga kecewa karena selama ini ada oknum yang menyerang Presiden Jokowi dengan hoax, misalnya kafir dan juga keturunan anggota dari Partai Komunis Indonesia (PKI). Menurutnya, tuduhan itu harus dilawan, tidak bisa didiamkan.

‎Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PKB Abdul Kadir Karding mengaku sudah menegur Farhat Abbas. "Saya sudah tegur ‎karena khawatir ini dianggap kebijakan dari tim kampanye nasional," ujar Karding pada Rabu (12/9) siang.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin itu mengatakan, tegurannya ia sampaikan langsung melalui pesan WhatsApp.

"Ya saya bilang begini, jangan membuat statement yang bisa ditafsirkan orang maupun dipahami dengan menghina, mem-bully kelompok lain. Itu tidak baik bisa merugikan partai, merugikan paslon," tegasnya.

(ce1/gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up