alexametrics

Bawaslu Minta Kasus Meninggalnya Petugas KPPS Jangan Dipolitisasi

12 Mei 2019, 10:13:41 WIB

JawaPos.com – Meninggalnya ratusan petugas KPPS pada saat pelaksanaan Pemilu 2019 menjadi sorotan banyak pihak. Kematian mereka diklaim KPU dipicu oleh kelelahan.

Kini Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun ikut bersuara. Mereka meminta kasus meninggalnya petugas KPPS itu jangan dipolitisasi. Apalagi sampai dikatakan meninggalnya para petugas tersebut karena diracun.

“Bawaslu sangat sedih kalau ada pihak yang memberitakan bohong atau fitnah. Bahkan dipolitisasi seakan-akan korban meninggal dunia akibat itu (diracun),” ujar Anggota Bawaslu Mochamad Afifuddun di Kantor KPU, Jakarta, Sabtu (11/5).

Afif mengatakan, dari data yang diterima, petugas KPPS meninggal dunia akibat kelelahan. Bukan isu yang saat ini yang menyatakan mereka meninggal dunia akibat diracun.

Menurut laporan yang diterimanya, petugas KPPS meninggal dunia itu juga karena adanya tekanan terkait penyelenggaran hajatan serentak tersebut. Sehingga, menganggu psikologis mereka. “Padahal faktornya sudah jelas karena kelelahan. Apalagi harus menghadapi situasi menghadapi tekanan publik,” katanya.

Oleh sebab itu, Afif menyesalkan adanya pihak-pihak yang mempolitisasi meninggalnya petugas ‎KPPS karena diracun. Bahkan dia mengkutuk orang-orang yang tidak bertanggung jawab memakai cara-cara tak terpuji tersebut.

“Kami sangat menyesalkan. Menguktuk praktik-praktik misalnya korban meninggal karena diracun,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua KPU Arief Budiman menegaskan bahwa kabar yang menyebutkan petugas KPPS yang‎ meninggal dunia karena diracun itu adalah bohong alias hoaks.

“Tidak ada (petugas KPPS yang diracun). Sampai saat ini tidak ada laporan yang menyatakan bahwa yang meninggal ini karena diracun,” ujar Arief di Kantor KPU, Jakarta, Sabtu (11/5).

Anggota KPPS terus berjatuhan menjadi korban saat bertugas. Hingga kini menurut data KPU dan Bawaslu jumlah petugas KPPS yang meninggal akibat menjalani tugasnya mencapai 583 orang. Semua itu petugas KPPS, Panwaslu, dan anggota kepolisian.
(IVAN/ LOMBOK POST/JAWA POS GROUP)

Dari data yang dia terima, umumnya petugas KPPS yang meninggal dunia karena kelelahan dan sakit yang ia derita selama ini. Contoh sakit yang diderita petugas itu selama ini atau sebelum bertugas pun yakni jantung dan hipertensi alias darah tinggi.

Untuk diketahui, sampai saat ini jumah petugas KPPS yang meninggal dunia sebanyak 469 orang. Sementara petugas yang dilaporkan sakit yakni 4.602 orang.

Jumlah itu ditambah pula dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu). Untuk yang meninggal dunia 92 orang. Petugas kepolisian yang meninggal dunia 22 orang. Dengan demikian, jumlah petugas yang meninggal akibat melaksanakan tugas pada pesta demokrasi serentak lima tahunan ini mencapai 583 orang.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : Gunawan Wibisono, Muhammad Ridwan