alexametrics

Bu Nyai, Muslimat dan Fatayat NU Lamongan Dukung Gus Ipul-Puti

12 Maret 2018, 19:49:29 WIB

JawaPos.com — Ribuan Ibu Nyai, Mubalighoh, Muslimat, dan Fatayat Nahdlatul Ulama se Kabupaten Lamongan berkumpul di pondok pesantren Sunan Drajat, Banjarwati, Paciran, Senin (12/3). Mereka membulatkan tekat untuk mendukung dan memenangkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno.

Dipimpin langsung pengasuh pesantren Sunan Drajat KH Abdul Ghofur, ribuan jemaah kompak akan mendukung Gus Ipul-Mbak Puti. “Sebagai orang yang dituakan, saya berpesan agar Gus Ipul bisa menjadi gubernur. Beliau ini orang asli NU, orang tua dan kakeknya bahkan buyutnya adalah pendiri NU,” seru KH Ghofur.

Kiai yang juga menjadi penasehat NU Jawa Timur ini berharap warga Nahdliyin tidak terpecah belah. Jangan sampai NU rugi karena para Kiai-Kiai sudah sepakat mengusung dan memenangkan Gus Ipul.

Dalam kesempatan ini, KH Ghofur juga mengingatkan jangan sampai melupakan sejarah dan jasa-jasa pahlawan. “Jasa Bung Karno dalam memerdekakan bangsa jangan kita lupakan. Hubungan baik antara kaum agamis dan nasionalis-lah yang memerdekakan Indonesia, mari kita tingkatkan kerukunan dan jauhi perpecahan, gemah ripah loh jinawi bersama Gus Ipul-Mbak Puti,” tambahnya.

Menanggapi dukungan tersebut, Gus Ipul mengaku bangga dan berharap para Ibu Nyai dan Mubalighoh bisa menyampaikannya ke masyarakat yang lebih luas. Jika terpilih menjadi gubernur, pria kelahiran Pasuruan tersebut menegaskan program penguatan pesantren akan terus dilakukan. “Saya bangga bisa berada di pesantren ini. Pondok seperti ini harus kita jaga dan kembangkan,” ucap Gus Ipul.

Untuk menjaganya, salah satu yang akan dia lakukan adalah dengan program BOSDA Madin Plus. Kelak beasiswa untuk para guru Madin akan ditingkatkan jumlahnya. Para guru dan penghafal Al Quran yang sudah mengambil S1 juga akan dikuliahkan lagi ke S2.

Dalam kunjungannya, pria yang akrab disapa Gus Ipul itu didampingi oleh Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Halim Iskandar.

Pada kesempatan tersebut, Halim mengatajan bahwa suara NU bulat untuk mendukung Gus Ipul. Dia kembali menyerukan bahwa Gus Ipul didukung ileh jumhur (mayoritas, red) ulama.

Dukungan jumhur ulama tersebut tak terlepas dari pengalaman Gus Ipul menjadi wakil gubernur Jatim dua periode. “Gus Ipul sudah pengalaman jadi wagub sepuluh tahun. Kiai sepakat calonkan Gus Ipul melalu masyayikh dan jumhur. Manut mboten sama kiai,” ucap Halim di depan ribuan santri.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Jatim tersebut menegaskan bahwa pilihan kiai dan ulama merupakan yang terbaik untuk umat. Dia lantas menjabarkan akronim dari nama Gus Ipul. “Kita harus manut sama kiai. Sebab Ipul itu singkatan dari instruksi para ulama,” tambahnya.

Kakak kandung Muhaimin Iskandar itu lantas menjabarkan kriteria utama dari seorang pemimpin. Ada tiga hal yang harus dimiliki oleh pemimpin. Yakni tunggal kasur, tunggal dapur, dan sedulur.

Tunggal kasus berarti keluarga sakinah dan tidak macam-maxam. Tunggal dapur artinya amanah dan fokus pada satu tanggung jawab hingga tuntas. “Sedangkan sedulur mempunyai hubungan baik dengan berbagai kalangan. Ini semua ada di sosok Gus Ipul,” ungkap Halim.

Gus Ipul sendiri menegaskan bahwa dirinya bersama Puti berkomitmen untuk menghapus kesenjangan. Menurutnya, kemakmuran harus merata se-Jawa Timur, mulai Utara sampai Selatan.

Mantan Ketua Umum GP Ansor tersebut juga kembali menyinggung kemajuan program madin (Madrasah Diniyah) untuk memperkuat pendidikan agama. Hafidz, Hafidzah, Ustadz, Ustadzsah dan santri, santriwati akan diberikan insentif, beasiswa dan peningkatan sarana-prasarana. “Insya Allah silaturahmi ini akan membawa kebaikan bagi kita semua,” ucap Gus Ipul.

Editor : Soejatmiko

Reporter : (did/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Bu Nyai, Muslimat dan Fatayat NU Lamongan Dukung Gus Ipul-Puti