alexametrics

Ini Alasan KPU Tidak Loloskan JR Saragih

12 Februari 2018, 18:32:33 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara membeberkan alasan kenapa Pasangan Calon (Paslon) Gubernur JR Saragih-Ance Selian tidak lolos verifikasi.

Ketua KPU Sumut Mulia Banurea menuturkan, JR Saragih tidak melengkapi fotokopi ijazah yang sudah dilegalisir. “Berdasarkan peraturan yang ada, yang bersangkutan tidak bisa kami tetapkan sebagai pasangan calon,” kata Mulia di Hotel Grand Mercure, Medan, Senin (12/2).

Yang cukup mengherankan, pada Pemilihan Bupati Simalungun, JR Saragih dianggap melengkapi syarat tersebut. Bahkan dia juga sudah dua kali memenangkan dua kali Pilkada di Kabupaten Simalungun. Menjawab itu, KPU Sumut berdalih itu bukan kapasitasnya.

“Sekarang kan kita masuk tahapan pencalonan Gubsu dan Wagub. Dinamika di Pilkada Simalungun bukan otoritas saya untuk menjawab. Sehingga yang kami lakukan penelitian syarat calon dan pencalonan, bagi paslon yang memasukkan dokumen saat pendaftaran. Terutama fotokopi legalisasi ijazah,” kata Mulia.

Pihak KPU juga sudah melakukan kroscek langsung ke SMA Iklas Prasasti di Jalan Raya Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat. Nyatanya, SMA tempat JR mengenyam pendidikan itu sudah tutup.

KPU lalu mendatangi Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta. Disdik merespon kalau ijazah milik JR tidak pernah dilegalisir.

Pada 10 Januari KPU mendapatkan surat dari Partai Demokrat yang ditandatangani oleh Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Disdik DKI Jakarta. “Isinya gak ada menjelaskan legalisasi itu. Legalisasi yang ditunjukkan itu, tidak memenuhi syarat,” kata Mulia.

Sementara itu JR Saragih yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, tetap bersikeras bahwa dia sudah melengkapi persyaratan dari KPU. Dia juga menunjukkan ijazah asli kepada awak media yang meliput.

JR pun mempertanyakan kepada KPU kenapa dia bisa lolos sewaktu mencalonkan diri sebagai calon bupati Simalungun.

Rencananya JR akan segera melayangkan gugatan ihwal kegagalannya bertarung di Pilgubsu. “Ntah siapa pun yang digugat, pokoknya kita lihat, Tuhan masih ada di atas manusia. Orang KPU-nya sama kok, kenapa saya bisa mencalonkan saat menjadi Bupati,” kata JR sambil menangis.

Bukan kali ini saja dia menggugat KPU. JR pernah melayangkan gugatan pada 6 Desember 2015, tepatnya tiga hari sebelum pelaksanaan Pilkada Serentak 9 Desember 2015. Waktu itu dia mendaftarkan diri sebagai petahana yang maju di Pilkada Simalungun.

Dia nyaris gagal karena putusan Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan calon wakilnya, Amran Sinaga, melakukan tindak pidana. JR Saragih-Amran Sinaga kemudian tetap dapat mengikuti pilkada yang ditunda pelaksanaannya. Mereka pun menang dan menjadi Bupati dan Wakil Bupati Simalungun.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (pra/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Ini Alasan KPU Tidak Loloskan JR Saragih