alexametrics

Ma’ruf Amin Yakin Masih Ada Kemungkinan PAN-Demokrat Gabung Koalisi

11 Juni 2019, 15:42:25 WIB

JawaPos.com – Meski Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat menegaskan tetap berada di barisan Prabowo-Sandi hingga putusan Mahkamah Konstitusi (MK), namun isu keduanya bakal merapat ke kubu Jokowi-Ma’ruf Amin terus bergulir. Hal ini dikarenakan komunikasi politik yang dilakukan antara Jokowi dan elite dua partai itu.

Saat dikonfirmasi, Cawapres nomor urut 01, Ma’ruf Amin yakin, masih ada kemungkinan PAN dan Partai Demokrat bergabung Koalisi Indonesia Kerja (KIK). Namun apakah akan diberi jatah kursi menteri, Ma’ruf Amin tidak mengetahuinya.

“Kalau bergabung sih mungkin. Kalau soal kabinet sih urusan Pak Jokowi,” ujar Ma’ruf Amin di Kantor MUI, Jakarta, Selasa (11/6).

Ma’ruf Amin juga tidak mempermasalahkan kedua partai pengusung Prabowo-Sandi itu menjadi bagian dari gerbong petahana. Dia malah menyambut baik apabila partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Zulkifli Hasan bergabung ke koalisinya.

“Iya (diterima masuk koalisi), tapi urusan kabinet ke Pak Jokowi,” katanya.

‎Terpisah, Direktur Program Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Aria Bima mengatakan telah mendapatkan informasi bahwa pasangan nomor urut 01 ini akan membentuk kabinet rekonsiliasi. “Menjadi kabinet rekonsiliatif itu perlu, karena kondisinya sekarang butuh kedamaian, keteduhan,” kata Aria Bima.

Aria menambahkan, dia juga mendapat informasi bahwa pembicaraan mengenai kabinet rekonsiliasi akan dibahas setelah pelantikan Jokowi dan Ma’ruf Amin sebagai kepala negara pada 22 Oktober 2019 mendatang. “Kalau saat ini masih jauh. Kami masih harus melewati masalah sengketa pemilu,” katanya.

Kendati Jokowi sudah bertemu dengan Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, namun ia menegaskan pertemuan itu hanya membahas masalah kebangsaan.

Sehingga, menurut Aria, kesimpulan terlalu dini jika menyebut pertemuan itu membahas masalah koalisi dan bagi-bagi jatah kursi di kabinet. ‎”Pertemuan-pertemuan itu masih sebatas silahturahmi politik. Jangan terus kemudian dikalkulasi secara politik seolah-olah akan terjadi koalisi. Ini yang saya keberatan‎,” pungkasnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Gunawan Wibisono