alexametrics

Pengamat: Gus Ipul dan Puti Lebih Cenderung Woles

11 April 2018, 11:16:04 WIB

JawaPos.com – Debat kandidat pertama Pemilihan Gubernur (Pigub) Jatim 2018 sudah digelar Selasa (10/4) malam. Baik pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak maupun Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno, sama-sama bertarung gagasan dan program unggulan masing-masing. Sempat terjadi perdebatan yang alot.. Namun pada akhirnya debat diakhiri dengan suasana cair.

Pengamat politik Universitas Airlangga Novri Susan mengatakan, dari penampilan di debat terlihat jelas bagaimana posisi yang diambil dari masing-masing calon. pasangan Khofifah-Emil terlihat mengambil posisi agresif. Sedangkan Gus Ipul-Puti terlihat lebih tenang, santai dan tegar dalam mengurai problem sekaligus solusi bagi masyarakat.

“Terutama pada segmen debat cawagub, terlihat Emil sangat agresif. Bahkan beberapa sesi sempat emosional saat Puti bertanya soal kondisi anak gagal tumbuh atau stunting di Kabupaten Trenggalek, dimana Emil menjadi Bupati,” terang Novri, Rabu (11/4).

Menurut batas toleransi Badan Kesehatan Dunia (WHO), angka anak gagal tumbuh atau stunting ditoleransi 20 persen dari jumlah balita. Sementara di Trenggalek, angkanya mencapai 25 persen. Di atas batas toleransi WHO.

Novri mencatat, Emil setidaknya juga beberapa kali menyerang Puti Soekarno secara personal dengan mengatakan bahwa Puti tidak paham dengan masalah gizi atau kesehatan anak. Dia menganalisis, pilihan Emil yang agresif menyerang lawan dalam kacamata sosiologi politik malah bisa membuat publik Jatim tidak simpati.

Masyarakat Jatim dikenal sebagai publik santun yang menginginkan pemimpin rendah hati dengan karya yang nyata. “Nah, kredibilitas komunikator politik dalam hal ini kandidat, akan sangat berpengaruh dalam upaya mendapatkan dukungan khalayak. Sikap yang agresif, merendahkan orang lain, tentu menghasilkan dampak defisit bagi kandidat bersangkutan,” imbuhnya.

Doktor sosiologi politik lulusan Doshisha University Jepang tersebut menerangkan, posisi Gus Ipul-Puti yang memilih memaparkan program dengan rendah hati dan menonjolkan kerja yang terukur selama menjadi pemimpin cukup tepat. “Saya melihat Gus Ipul dan Puti lebih cenderung woles, ya. Lebih tenang karena lebih berpengalaman, dan mampu memaparkan bukti kerja terukur daripada memilih strategi retorika yang mengawang dan agresif,” ujarnya.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : (did/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Pengamat: Gus Ipul dan Puti Lebih Cenderung Woles