JawaPos Radar

Debat Publik I Pilgub Jatim

Emil dan Gus Ipul Saling Sanggah Terkait Start Up

11/04/2018, 08:00 WIB | Editor: Soejatmiko
Emil dan Gus Ipul Saling Sanggah Terkait Start Up
Debat Publik I Pilgub Jatim yang berlangsung Selasa malam (10/4) berlangsung cukup seru. (moh mukit/jawapos.com)
Share this

JawaPos.com - Aksi saling sanggah dalam debat kandidat pertama Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018 di Dyandra Convention Hall, Surabaya, Selasa (10/4) memang cukup sengit. Yakni, saat calon Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut satu, Emil Elestianto Dardak menyampaikan pertanyaan kepada pasangan calon Gubernur dan Wakil Guberbur nomor urut dua Saifullah Yusuf - Puti Guntur Soekarno.

Doktor muda jebolan Ritsumeikan Asia Pacific University, Jepang ini menanyakan strategi Gus Ipul-Puti di era digital khususnya bisnis start up yang selama ini kerap menggunakan cara cash burn out rates. Lalu, bagaimana perkembangan cash burn out rates yang dihadapi para unicorn bisnis digital start up seperti Go-Jek, Grab, agar mereka bisa stabil?. Pertanyaan ini tentu menguji pemahaman Gus Ipul-Puti yang telah mencanangkan program untuk menumbuhkan 1000 pengusaha start up.

"Yang pertama, saya tetap berpandangan bahwa semua orang ini harus melek digital. Yang kedua, disiapkan infrastrukturnya baru yang ketiga adalah iklimnya. Nah kita ingin mendorong anak-anak muda ini untuk bisa memulai bisnis baru, dan kita bisa fasilitasi, beri dorongan supaya mereka mampu, tidak hanya mencari kerja tetapi menciptakan lapangan pekerjaan. Banyak sekali anak-anak muda yang memulai bisnis dan berhasil," Jawa Gus Ipul.

Mendengar penjelasan Gus Ipul, Bupati Trenggalek non aktif ini merasa belum puas dengan Jawaban tersebut. Sebab paparan Gus Ipul dianggap tidak sesuai dengan pertanyaan yang disampaikan. Emil pun mencoba menjelaskan ulang pertanyaannya terkait cash burn out rates. Yakni, sebuah strategi para pelaku bisnis start up digital besar seperti Gojek dan sejenisnya dengan cara 'membakar' uang yang cukup untuk penguatan modal awal membangun start up. membakar dalam artinya harfiah, adalah menghabiskan uang untuk operasional perusahaan.

“Dengan segala hormat, maksud kami, cash burn out rates itu, pebisnis start up yang besar itu sebenarnya masih bakar uang sampai hari ini. Jadi mereka bisa survive itu karena dimodali oleh investor besar, bukan karena usahanya sudah stabil. Nah ini yang saya takutkan, ketika ada program 1000 start-up digital tapi belum menjawab fenomena real. Ternyata masih tergantung pada bakar uang tadi,” jelas Emil dengan gamblang.

Atas pemaparan Emil ini, Gus Ipul langsung membenarkan, bahwa dari sekian banyak jumlah pelaku start up hanya ada 10 persen yang berhasil. Ia lalu mengatakan, kalau pemerintah hanya berkewajiban untuk memfasilitasi para pelaku strat up. Meski banyak anggapan kalau dirinya tidak begitu faham tentang digital, Gus Ipul siap merekrut orang lain yang lebih mampu untuk memfasilitasi para pelaku strat up.

"Tidak semua orang bisa jadi start up. Tapi yang bersedia, tugas pemerintah ini kan memfasilitasi saja. Kita carilah ahli-ahlinya kalau memang saya dianggap kurang mampu dalam dunia digital ini. Jadi tidak harus mengetahui persis, tapi bisa merekrut orang-orang hebat untuk memfasilitasi orang-orang start up itu," kata Gus Ipul.

Sementara itu, Puti Guntur menambahkan, pihaknya telah menyiapkan berbagai fasilitas untuk mendukung sekaligus mengembangkan para pelaku strat up.

"Komitmen kami, tentunya memberikan fasilitasi lewat perbankan kemudian juga lewat fasilitasi finansial teknologi sehingga mereka semakin berkembang. Kalau sudah berkembang, yang dilakukan adalah konektivitas kita mendorong mereka untuk membantu UMKM yang ada," terang Puti.

Pernyataan Puti Guntur ini langsung diluruskan oleh Khoffiah. Menurutnya, fasilitasi itu bisa diberikan kepada para pelaku usaha yang sudah mapa. Sehingga untuk kategori start up harus diberikan intervensi oleh pemerintah.

"Kalau yang start up kita harus lihat, fasilitasi itu bukan kategori yang start up, mereka yang sudah established. Tetapi bahwa kelas menengah harus diberi stimulasi, yang pemula, yang modalnya pas-pasan diberi intervensi. Jadi, harus dibikin kualifikasi seperti itu," sabung Khoffiah.

(did/mkd/JPC)

Alur Cerita Berita

Ini Paparan Gus Ipul di Akhir Debat 11/04/2018, 08:00 WIB
Risma Sindir Khofifah 11/04/2018, 08:00 WIB
Ancaman Botoh di Pilgub Jatim 11/04/2018, 08:00 WIB
Gus Ipul Dapat Doa Khusus Dari Ulama 11/04/2018, 08:00 WIB
Puti Siapkan Skema Permodalan UMKM 11/04/2018, 08:00 WIB
Gus Ipul Ingin UMKM Jatim Naik Kelas 11/04/2018, 08:00 WIB
Timses Khofifah-Emil Tak Masuk DPT 11/04/2018, 08:00 WIB
Puti Gagas Jambore Lintas Agama 11/04/2018, 08:00 WIB
Gus Ipul Gagas Upah Minimum Guru 11/04/2018, 08:00 WIB
Ini Pesan Gus Ipul untuk GP Ansor 11/04/2018, 08:00 WIB
Fatayat Kompak Dukung Gus Ipul-Puti 11/04/2018, 08:00 WIB
Puti Paparkan Potensi Waduk Kalimati 11/04/2018, 08:00 WIB
Khofifah Yakin Muslimat NU Satu Hati 11/04/2018, 08:00 WIB
Emil Dardak Komitmen Membagun Madura 11/04/2018, 08:00 WIB
Kader PDIP Dukung Khofifah 11/04/2018, 08:00 WIB
Kirun : Gus Ipul Dulur Plek! 11/04/2018, 08:00 WIB
Gus Ipul Siap Kawal Program Rembulan 11/04/2018, 08:00 WIB
Relawan Jokowi Dukung Khofifah-Emil 11/04/2018, 08:00 WIB
Relawan Rampak Dukung Gus Ipul-Puti 11/04/2018, 08:00 WIB
Gus Ipul Akan Berkantor Di Madura 11/04/2018, 08:00 WIB
Makna Angka 1 Bagi Khofifah-Emil 11/04/2018, 08:00 WIB
Bahas Pemenangan, Khofifah Temui SBY 11/04/2018, 08:00 WIB
Gus Din: Puti Titisan Bung Karno 11/04/2018, 08:00 WIB
Khofifah Surati PWNU Jatim 11/04/2018, 08:00 WIB
Ini Strategi Kampanye Gus Ipul-Puti 11/04/2018, 08:00 WIB
Emil Dardak Siap Masuk ke Zona Arek 11/04/2018, 08:00 WIB
Ini Komitmen PKS Untuk Gus Ipul-Puti 11/04/2018, 08:00 WIB
Gus Ipul-Puti Gagas Desa Cerdas 11/04/2018, 08:00 WIB
Emil: Saat Ini Bagi-bagi 11/04/2018, 08:00 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up