alexametrics

Cawali Solo dari PDIP Tinggal Tunggu Keputusan Megawati

F.X. Rudy Bantah Tegur Gibran
11 Februari 2020, 11:59:16 WIB

JawaPos.com – Mereka datang ke Jakarta untuk bersaing. Memperebutkan tiket pencalonan wali kota Solo dari PDI Perjuangan (PDIP), partai pemilik 30 dari 45 kursi di DPRD kota di Jateng itu.

Namun, di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, rivalitas ketat itu tak tampak –setidaknya di depan umum. Gibran Rakabuming Raka, Achmad Purnomo, dan Teguh Prakosa yang akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di kantor DPP PDIP menyempatkan diri berfoto bersama.

Purnomo dan Teguh juga sempat sarapan bareng. ”Kalau Mas Gibran sudah mendahului karena sudah ada yang menjemput. Kalau saya kan nggak ada yang menjemput,” kata Teguh seperti dikutip Jawa Pos Radar Solo.

Meski demikian, Purnomo dan Teguh justru yang datang lebih dulu di kantor partai yang terletak di Jalan Diponegoro, Jakarta, itu. Baru 30 menit kemudian, sekitar pukul 12.30, Gibran tiba.

Ketiga kandidat disambut Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPP Bidang Politik dan Keamanan Puan Maharani, serta Ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu Bambang Wuryanto. Mereka kembali berbincang akrab yang dilanjutkan makan siang bersama dengan menu antara lain tahu bacem, pecel, dan sambal terasi.

Sekitar pukul 15.30 fit and proper test itu pun selesai. Puan yang turut menjadi panelis mengatakan, para kandidat ditanya soal visi-misi dan komitmen mereka jika nanti mendapat rekomendasi dari PDIP. Menurut ketua DPR itu, para kandidat menyampaikan program yang bisa menjadikan Kota Solo lebih baik, berkebudayaan, saling menjaga toleransi, dan siap berkomunikasi dengan warga serta tokoh-tokoh yang ada di Solo.

Puan menambahkan, penjaringan di partainya dilakukan berjenjang. Mulai DPC, DPD, kemudian dilanjutkan ke DPP. Hasilnya akan menjadi masukan bagi ketua umum (Megawati Soekarnoputri) untuk mengambil keputusan siapa calon yang nanti diberi rekomendasi untuk maju pada pilkada serentak September mendatang. ”Ketua umum yang akan memutuskan nanti,” ujar putri Megawati tersebut.

Lalu, kapan pengumuman keputusan itu? Kata Puan, masih harus menunggu rapat DPP dengan ketua umum. Yang pasti paling lambat 23 Maret sudah akan diumumkan siapa yang berhak atas tiket dari PDIP.

Gibran maupun Purnomo sama-sama optimistis. Tapi juga menyatakan siap menerima apa pun keputusan partai. Kalaupun tidak mendapat rekomendasi, Gibran berkomitmen akan tetap membesarkan partai. ”Dengan cara gotong royong melibatkan semua elemen, baik kultur maupun struktur. Itu komitmen saya,” tegas putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut.

Purnomo juga yakin mendapatkan rekomendasi untuk maju sebagai calon wali kota. Dukungan dari seluruh pengurus ranting dan anak cabang (PAC) menjadi salah satu acuan. ”Aturan partai ini sudah bagus sekali. Dengan (dukungan) secara bulat dari ranting sampai anak cabang itu membuat saya optimistis dan yakin,” katanya.

Namun, sebagai ”kader banteng”, Purnomo akan tunduk dan tegak lurus terhadap apa pun yang diputuskan partai. Dia akan melaksanakan keputusan partai dengan sebaik-baiknya. Apakah akan maju dari jalur independen jika tidak diusung PDIP? Purnomo mengaku belum berpikir ke arah sana.

Kritik dan Bantahan Rudy

Yang justru masih menyisakan ”bara” adalah pertemuan Gibran dengan Ketua DPC PDIP Solo F.X. Hadi Rudyatmo pada Minggu (9/2) sore lalu. Seperti dilansir Jawa Pos Radar Solo, Gibran mengaku ditegur pria yang juga wali kota Solo itu.

Tapi, Rudy (sapaan akrab Hadi Rudyatmo) membantahnya. ”Pertemuan itu singkat. Gibran hanya pamit akan mengikuti fit and proper test di DPP PDIP. Saya mengiyakan dan meminta apa yang menjadi keputusan partai harus ditaati dan dijalankan,” jelasnya.

Mengenai kritik kepada Gibran, lanjut Rudy, itu terutama terkait dengan kegiatan-kegiatan yang dirasa belum perlu dilakukan. Misalnya blusukan ke kampung-kampung dengan melempar isu sensitif. Akibat kegiatan tersebut, Pemkot Solo mendapatkan teguran dari pemerintah pusat.

Misalnya, ungkap Rudy, soal kekeringan. Persisnya terkait pengedropan air bersih yang dilakukan Gibran bersama relawan di wilayah Solo beberapa saat lalu.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : lum/irw/JPG/bun/c9/ttg



Close Ads