alexametrics

Banyak Black Campaign, Jubir Khofifah-Emil: Upaya Adu Domba Kiai

10 Juni 2018, 19:17:43 WIB

JawaPos.com – Menjelang berakhirnya masa kampanye Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018, secara tiba-tiba banyak bertebaran spanduk di berbagai daerah di Jawa Timur. Isinya bertuliskan “Fatwa Untuk Rakyat Jatim, Tidak Memilih Khofifah-Emil Khianati Allah SWT dan Rasul-Nya.”

Juru bicara pasangan calon Gubernur dan Wakil gubernur Jawa Timur Nomor Urut 1 Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak, KH Zahrul Azhar Hans (Gus Hans) menegaskan, spanduk yang mencatut foto Khofifah-Emil dan KH Asep Saepudin Chalim itu sebagai black campaign untuk mengadu domba para Kiai yang mayoritas mendukung Khofifah-Emil.

“Itu spanduk gelap. Saya pastikan tidak ada satupun relawan maupun simpatisan Khofifah-Emil yang membuat spanduk tersebut. Ini upaya adu domba kyai,” ungkap Gus Hans di Surabaya, Minggu (10/6).

Gus Hans mengungkapkan, selama tahapan Pilgub Jatim 2018, Khofifah-Emil kerap diberondong dengan kampanye hitam yang menyudutkan. Umumnya melalui media sosial berupa meme dan berita palsu.

Gus Hans menolak menuding kubu Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno yang menjadi dalang kampanye hitam tersebut. Karena menurutnya, bisa jadi yang membuat kampanye hitam tersebut adalah pihak yang tidak bertanggung jawab dan menginginkan Pilgub Jawa Timur menjadi kacau, rusuh, dan tidak demokratis.

“Kami tidak menuding siapa pun. Kami sadar betul dalam setiap proses demokrasi, selalu ada serangan-serangan tidak bertanggung jawab. Sangat mungkin yang membuat itu bukan bagian kompetitor atau relawan kompetitor,” imbuh Pengasuh Queen Al-Azhar PP Darul Ulum, Jombang tersebut.

Oleh karenanya, dia menghimbau kepada seluruh pendukung, relawan, simpatisan, dan tim sukses untuk menahan diri dan tidak terprovokasi aksi yang membuat suasana Jawa Timur tidak kondusif.

“Saya berharap semua tim tidak mudah terpancing isu-isu negatif yang memicu gejolak di masyarakat, dan bisa mengganggu proses demokrasi yang tengah berlangsung di Jawa Timur ini,” katanya.

Namun demikian, Gus Hans menyayangkan beredarnya spanduk gelap tersebut karena sangat menyudutkan Paslon Khofifah-Emil. Terlebih menurutnya, aksi tersebut dilakukan di tengah bulan Puasa.

“Hanya karena ambisi politik, seseorang sampai menghalalkan berbagai cara. Termasuk mengotori Ramadhan dengan aksi-aksi tercela seperti itu,” tambahnya.

Menurut Gus Hans, selayaknya momen Ramadan digunakan untuk ber-muhasabah dan bercermin diri, bukan sebaliknya melakukan tindakan yang mencederai bulan suci ini dengan menyebar hoaks (berita bohong) dan ber ghibah.

“Harusnya Ramadhan mempengaruhi kualitas berpolitik kita. Saya yakin masyarakat kita saat ini jauh lebih cerdas memilih mana calon yang sekedar mengejar jabatan dan mana yang benar-benar ingin mengabdikan diri,” tuturnya.

Namun demikian, Gus Hans melihat hikmah dibalik aksi kampanye hitam tersebut. Dimana seluruh pendukung, relawan, simpatisan, dan tim sukses Khofifah Emil di seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Timur semakin solid.

“Semua unsur makin solid untuk memenangkan paslon 1 , karena mana mungkin mereka rela Jatim dipimpin oleh pemimpin yg didukung oleh orang orang yang berlaku keji seperti ini,” pungkasnya.

Editor : Yusuf Asyari

Reporter : (mkd/JPC)

Copy Editor :

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Banyak Black Campaign, Jubir Khofifah-Emil: Upaya Adu Domba Kiai